Goa Selarong Kian Sepi, Jejak Perang Diponegoro Tak Lagi Ramai Dikunjungi
Goa Selarong Kian Sepi, Jejak Perang Diponegoro Tak Lagi Ramai Dikunjungi--FOTO : Dhani Irawan/diswayjogja.id
BANTUL, diswayjogja.id – Jejak sejarah perjuangan Pangeran Diponegoro di Goa Selarong, Dusun Kembang Putihan, Kalurahan Guwosari, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), kini terasa semakin sunyi.
Objek wisata sejarah yang dikenal sebagai salah satu tempat penting dalam perjuangan Pangeran Diponegoro memimpin Perang Jawa itu belakangan tak seramai sebelumnya. Saat diswayjogja berkunjung pada Sabtu pagi, 8 Agustus 2026, suasana di kawasan Goa Selarong tampak lengang.
Nyaris tidak terlihat wisatawan yang datang khusus untuk menikmati objek wisata tersebut. Beberapa orang memang terlihat berada di kawasan itu, namun sebagian besar datang untuk berolahraga atau bersepeda.
Kondisi tersebut menjadi pemandangan yang cukup kontras dengan nilai sejarah yang tersimpan di kawasan Goa Selarong.
BACA JUGA : Seakan Terabaikan, Pelaku Wisata Bantul Barat Unjuk Gigi
Bagi masyarakat Bantul dan Yogyakarta, Goa Selarong bukan sekadar destinasi wisata. Kawasan ini merupakan salah satu lokasi yang berkaitan erat dengan perjuangan Pangeran Diponegoro dalam Perang Jawa melawan pemerintah kolonial Belanda.
Namun, nilai sejarah tersebut belum mampu membuat arus kunjungan wisatawan kembali bergairah.Sepinya pengunjung juga dirasakan langsung para pedagang yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas wisata di sekitar Goa Selarong. Mardiyana, salah seorang pedagang di kawasan tersebut, mengatakan penurunan jumlah wisatawan sangat terasa setelah pandemi Covid-19.
"Penurunannya terasa sejak Covid-19. Sebelum Covid maupun saat Covid-19 justru kunjungan wisata masih cukup baik. Tetapi setelah Covid-19, kunjungan justru terjun bebas," ujarnya.
Menurutnya, dalam sehari jumlah wisatawan yang datang terkadang bahkan tidak mencapai 10 orang. Kondisi itu tentu berpengaruh terhadap pendapatan para pedagang yang menjual makanan, minuman hingga suvenir di sekitar objek wisata. "Kadang sehari kurang dari 10 orang pengunjung," katanya.
BACA JUGA : Dari Batik Giriloyo ke Vietnam, Desa Wisata Bantul Dorong Pemuda Mendunia
BACA JUGA : Pantai Tanggul Tirto, Model Pariwisata Berbasis Komunitas Dongkrak Wisata Bantul
Harga Tiket Dinilai Jadi Salah Satu Persoalan
Salah seorang pengunjung, Abdul Hadi, menilai ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan jika pemerintah ingin menghidupkan kembali kunjungan wisata ke Goa Selarong. Salah satunya berkaitan dengan harga tiket masuk.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: