BPPTKG Laporkan Awan Panas Guguran Merapi Dua Kali, Status Masih Siaga

BPPTKG Laporkan Awan Panas Guguran Merapi Dua Kali, Status Masih Siaga

Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas guguran hingga 1,8 km, Jumat (1/5/2026). BPPTKG mengimbau warga menjauhi zona bahaya dan waspada potensi lahar serta abu vulkanik.--dok. BPPTKG

YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Aktivitas Gunung Merapi kembali menunjukkan peningkatan dengan terjadinya awan panas guguran (APG) dalam dua hari berturut-turut.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Agus Budi Santoso, melaporkan awan panas guguran terjadi pada Kamis (30/4/2026) pukul 20.41 WIB dengan jarak luncur sekitar 1.100 meter ke arah barat daya atau hulu Kali Sat.

Sementara itu, pada Jumat (1/5/2026) pukul 05.36 WIB, awan panas kembali terjadi dengan jarak luncur lebih jauh mencapai 1.800 meter mengarah ke barat, meliputi hulu Kali Sat dan Kali Putih.

“Awan panas guguran masih berpotensi terjadi seiring suplai magma yang masih berlangsung,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

BACA JUGA : Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas Selasa Pagi, Status Masih Siaga Level III

BACA JUGA : Aktvitas Vulkanik Merapi Belum Reda, Awan Panas Terjadi 7 Kali dalam Sepekan

Selain awan panas, aktivitas kegempaan juga tercatat cukup tinggi. Dalam periode pengamatan 1 Mei 2026 pukul 06.00 hingga 12.00 WIB, tercatat 32 kali gempa guguran dan 18 kali gempa hybrid atau fase banyak.

Secara visual, kondisi puncak gunung tertutup kabut dengan intensitas 0-II, tanpa terlihat asap kawah. Namun demikian, potensi bahaya tetap tinggi mengingat aktivitas internal gunung masih berlangsung.

BPPTKG menegaskan status Gunung Merapi saat ini masih berada pada Level III atau Siaga.

Dalam rekomendasinya, BPPTKG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di daerah potensi bahaya, terutama di sektor selatan-barat daya yang meliputi aliran Sungai Boyong hingga 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 kilometer.

BACA JUGA : Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Awan Panas Guguran Terpantau Beruntun Empat Kali

BACA JUGA : Awan Panas Guguran Gunung Merapi Luncur 1,8 Km, BPPTKG: Warga Jauhi Alur Sungai Berhulu Merapi

Selain itu, potensi bahaya di sektor tenggara mencakup Sungai Woro sejauh 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer dari puncak.

“Masyarakat agar menjauhi daerah bahaya dan alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi serta mematuhi rekomendasi resmi,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: