Enam Pemuda Keroyok dan Bakar Motor Dua Korban usai Salah Paham “Blayer” di Sleman
sepeda motor terbakar usai aksi pengeroyokan yang dipicu salah paham di wilayah Sleman, DIY.--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id
SLEMAN, diswayjogja.id - Teriakan “blayer” di tengah malam berubah menjadi aksi brutal.
Dua pemuda menjadi korban pengeroyokan, perampasan, hingga pembakaran sepeda motor di wilayah Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (21/3/2026) sekitar pukul 00.15 WIB.
Korban yang tengah melintas di Jalan Magelang tiba-tiba diteriaki oleh sekelompok orang yang sedang berkumpul di pinggir jalan.
Mereka menuduh korban menggeber-geber sepeda motor atau “blayer” di hadapan rombongan tersebut.
Kapolsek Sleman, Kompol Eka Andi Nursanto, menjelaskan bahwa kesalahpahaman itu memicu emosi para pelaku hingga berujung tindakan kekerasan.
BACA JUGA : Program Desa BRILiaN, Desa Pajambon Kuningan Jadi Contoh Transformasi Ekonomi Desa Berbasis Potensi Lokal
BACA JUGA : OHANA Sleman Hadirkan Kursi Roda Adaptif, Layanan Disabilitas Tak Lagi Disamaratakan
“Pada hari ini, kami dari Polresta Sleman ingin menyampaikan terkait peristiwa kasus pencurian dengan kekerasan, dengan sangkaan subsidiari pengeroyokan dan lebih subsidiari perusakan, serta turut serta melakukan perbuatan jahat,” katanya saat konferensi pers di Mako Polsek Sleman, Kamis (2/4/2026).
Tidak terima diteriaki, korban tetap melanjutkan perjalanan. Namun, rombongan pelaku justru mengejar mereka.
Dua korban yang masing-masing mengendarai sepeda motor berusaha menghindar, tetapi akhirnya berhasil dihentikan di Jalan Pringgo, Nengrat, dekat Ploteng Restu.
Di lokasi tersebut, situasi semakin tidak terkendali.
Para pelaku tidak hanya menghadang korban, tetapi juga menghubungi rekan-rekan lainnya untuk datang ke tempat kejadian perkara.
“Setibanya di lokasi, mereka langsung melakukan pemukulan terhadap korban,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: