Legendaris dan Tetap Eksis, Ini Daftar Destinasi Kuliner Ikonik di Pontianak

Legendaris dan Tetap Eksis, Ini Daftar Destinasi Kuliner Ikonik di Pontianak

Es Krim Angi--

diswayjogja.id – Pontianak, sebuah kota yang membelah garis imajiner bumi di titik nol derajat, bukan hanya sekadar ibu kota Kalimantan Barat yang dikenal dengan cuaca panasnya yang ikonik. Di balik julukannya sebagai Kota Khatulistiwa, Pontianak menyimpan pesona budaya yang sangat kental, terutama melalui perpaduan harmonis antara tradisi lokal dan budaya Tionghoa yang telah mengakar selama berabad-abad. Dibelah oleh kemegahan Sungai Kapuas dan Sungai Landak, kota ini menawarkan pemandangan eksotis yang menyatu dengan hiruk-pikuk kehidupan masyarakatnya yang ramah.

Bagi para pelancong yang menginjakkan kaki di tanah Kalimantan Barat ini, perjalanan tentu belum dianggap sah tanpa mencicipi kekayaan kulinernya yang tersohor. Pontianak adalah surga bagi para pemburu rasa yang mencari keaslian bumbu dan teknik memasak tradisional yang masih dipertahankan hingga saat ini. Keunikan kuliner di kota ini terletak pada keberaniannya mencampurkan berbagai elemen rasa, mulai dari gurihnya olahan laut hingga manisnya camilan tradisional yang legendaris, menciptakan identitas rasa yang tidak akan ditemukan di kota lain.

Menariknya, banyak tempat makan di Pontianak yang bukan sekadar tempat untuk mengisi perut, melainkan saksi bisu sejarah perkembangan kota. Restoran dan kedai yang telah berdiri selama puluhan tahun ini menjadi jembatan bagi mereka yang ingin melakukan perjalanan kembali ke masa lalu melalui lidah. Aroma kopi yang ditarik secara manual, dinginnya es krim rumahan, hingga kehangatan kuah bubur rempah menjadi elemen-elemen yang membangkitkan memori kolektif bagi warga lokal maupun wisatawan yang datang untuk bernostalgia.

Dalam artikel ini, kita akan menelusuri berbagai titik kuliner legendaris yang wajib dikunjungi saat Anda berada di Pontianak. Daftar ini mencakup tempat-tempat yang telah bertahan melewati berbagai zaman, membuktikan bahwa kualitas rasa yang otentik akan selalu memiliki tempat di hati pelanggan setianya. Mari kita mulai petualangan rasa di sepanjang garis khatulistiwa dan temukan mengapa setiap suapan di kota ini mengandung cerita yang begitu mendalam.

BACA JUGA : Berkunjung ke Pontianak! Jangan Lupa Cicipi Kuliner Legendarisnya, Simak Rekomendasi Terlaris dan Populernya

BACA JUGA : Kuliner Paling Wajib Dicoba Saat ke Melbourne, ini Surga Kafein dan Pastry Kelas Dunia

Es Krim Angi

Dikenal luas dengan sebutan Es Krim Petrus karena lokasinya yang berdekatan dengan sekolah Petrus, kedai ini telah melayani pelanggan sejak tahun 1950. Yang menjadikannya istimewa adalah metode pengolahannya yang masih sangat tradisional tanpa bahan pengawet berlebih. Es krim ini disajikan secara estetik di dalam batok kelapa muda, lengkap dengan topping kacang merah, agar-agar, dan cincau. Anda bisa memilih varian rasa unik mulai dari ketan hitam yang gurih hingga aroma buah nangka dan cempedak yang harum.

Waktu Operasional: Buka setiap hari (08.00 - 21.00 WIB).

Warung Kopi Asiang 

Budaya "ngopi" di Pontianak tidak bisa dilepaskan dari sosok Asiang. Sejak tahun 1958, Warung Kopi Asiang telah menjadi tempat berkumpul paling favorit. Keunikan tempat ini terletak pada cara pembuatan kopinya yang ditarik tinggi-tinggi untuk menciptakan tekstur yang halus dan busa yang nikmat. Meski kini sudah berkembang menjadi ruko yang nyaman, suasana otentik warung kopi zaman dulu masih sangat terasa. Selain kopi tarik, Anda wajib mencicipi roti srikaya yang manis dan legit sebagai teman bersantai di pagi hari.

Waktu Operasional: Senin-Sabtu (04.00 - 18.00 WIB), Minggu (04.00 - 17.00 WIB).

Bakso PSP 

Bagi penggemar hidangan berkuah, Bakso PSP adalah destinasi yang wajib masuk daftar kunjungan. Berdiri sejak tahun 1968, tempat ini terkenal dengan menu bakso gepengnya yang memiliki tekstur kenyal dan rasa daging sapi yang sangat dominan. Kuahnya yang bening namun kaya rasa kaldu sangat cocok dipadukan dengan kwetiau atau tahu isi. Keunggulan Bakso PSP adalah konsistensi rasanya yang tidak pernah berubah selama puluhan tahun, menjadikannya makanan kenyamanan (comfort food) bagi banyak orang.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait