BEM UGM Surati UNICEF Usai Tragedi Anak Bunuh Diri di NTT, Singgung Prioritas Anggaran Pemerintah

BEM UGM Surati UNICEF Usai Tragedi Anak Bunuh Diri di NTT, Singgung Prioritas Anggaran Pemerintah

BEM KM UGM menyebut pidato Presiden Prabowo di Sidang Majelis Umum PBB sebagai ironi besar di tengah situasi dalam negeri yang dinilai penuh pelanggaran HAM dan konstitusi, disampaikan dalam aksi damai di Boulevard UGM, Rabu (24/9/2025) sore. --Foto: Anam AK/diswayjogja.id

SLEMAN, diswayjogja.id - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM) menyampaikan surat terbuka kepada UNICEF sebagai respons atas tragedi kemanusiaan seorang anak di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang meninggal dunia setelah diduga tidak mampu membeli alat tulis sekolah.

Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, menyebut peristiwa tersebut sebagai bukti nyata kesenjangan antara data statistik pemerintah dengan kondisi riil masyarakat. 

“Tragedi tersebut meruntuhkan klaim capaian kesejahteraan yang sebelumnya disampaikan pemerintah dalam berbagai forum nasional,” uyar Tiyo dalam keterangan tertulis, Jumat (6/2/2026).

Dalam pernyataannya, BEM UGM mengkritik prioritas kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berorientasi pada persoalan kemanusiaan mendasar. 

BACA JUGA : Kasus Bocah SD di NTT Jadi Sorotan, Dindikpora Yogyakarta Siapkan Bantuan Pendidikan Rp14,9 Miliar

BACA JUGA : BEM KM UGM Kritik Pidato Presiden Prabowo di PBB, Sebut Bicara Perdamaian Tapi Rakyat Ditindas

Mahasiswa menyoroti alokasi anggaran negara yang dianggap tidak sejalan dengan kebutuhan masyarakat miskin, khususnya di bidang pendidikan dasar.

“Tragedi ini meruntuhkan seluruh pencapaian statistik pemerintah RI yang dipamerkan Presiden Prabowo ketika Rakornas. Angka-angka itu jelas jauh dari realitas masyarakat. Presiden Prabowo hidup dalam imajinasinya sendiri,” tuturnya.

Selain itu, BEM UGM juga menyinggung sejumlah program pemerintah yang dinilai belum menyentuh akar persoalan ketimpangan pendidikan dan kemiskinan struktural. 

Kritik tersebut disampaikan dengan bahasa yang keras, termasuk pernyataan kontroversial yang ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam surat kepada UNICEF.

BACA JUGA : Aksi Sapi Bergambar Wajah Presiden Prabowo, BEM KM UGM Kritik Program MBG dan Tuduh Langgar Konstitusi

BACA JUGA : Iklan Prabowo di Bioskop Tuai Pro-Kontra, Akademisi UGM: Publik Anggap Pola Orde Baru

“Presiden Prabowo Subianto buta pada realitas dan tidak mau belajar. Dengan tegas, pesan penting kami sampaikan kepada UNICEF: help us to tell Prabowo Subianto.. - bantu kami beri tahu Prabowo Subianto dia sebagai Presiden,” imbuhnya.

Sebelumnya, seorang siswa sekolah dasar berinisial YBR di Kabupaten Ngada, NTT, ditemukan meninggal dunia. Korban meninggalkan sepucuk surat kepada ibunya yang berinisial MGT (47), berisi pesan perpisahan agar sang ibu tidak menangis dan merelakan kepergiannya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: