Harga Cabai hingga Emas Dorong Inflasi DIY, Namun Petani Tetap Untung
TPID DIY memastikan stok pangan di Kulon Progo aman menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) meski harga cabai dan bawang merah mengalami kenaikan, usai peninjauan di Pasar Wates, Jumat (5/12/2025).--Dok. Pemda DIY
YOGYAKARTA, diswayjogja.id – Menutup tahun 2025, laju inflasi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tercatat tetap terkendali meskipun sejumlah komoditas pangan dan kebutuhan rumah tangga mengalami kenaikan harga.
Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat inflasi bulanan (month-to-month/m-to-m) pada Desember 2025 sebesar 0,65 persen dibandingkan November 2025.
Plt Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati, menyampaikan kenaikan inflasi tersebut terutama dipicu oleh meningkatnya harga sejumlah komoditas strategis. Kelompok pengeluaran perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat inflasi tertinggi sebesar 1,83 persen dengan andil 0,13 persen.
Sementara itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menempati urutan kedua dengan inflasi 1,66 persen dan menjadi penyumbang andil terbesar terhadap inflasi, yakni 0,47 persen.
BACA JUGA : UMK Kota Jogja 2026 Naik Jadi Rp2,8 Juta, Hasto Wardoyo Beberkan Rumus Inflasi
BACA JUGA : Produk Lokal Didorong Masuk Warung Mrantasi untuk Redam Inflasi Kota Jogja
“Komoditas utama yang mendorong inflasi bulanan antara lain cabai rawit, emas perhiasan, daging ayam ras, bensin, cabai merah, bawang merah, telur ayam ras, tomat, cabai hijau, dan wortel,” ujar Herum dalam keterangan resmi, Selasa (6/1/2026).
Di sisi lain, beberapa komoditas tercatat mampu menahan laju inflasi atau mengalami deflasi, di antaranya kelapa, buncis, dan ketimun. Herum menambahkan, secara umum sepanjang Januari hingga Desember 2025, kelompok makanan, minuman, dan tembakau relatif paling sering menjadi penyumbang utama inflasi.
Selain itu, emas perhiasan tercatat sebagai komoditas utama penyumbang inflasi bulanan pada 10 bulan sepanjang 2025. Secara tahunan (year-on-year/y-on-y), inflasi DIY pada Desember 2025 tercatat sebesar 3,11 persen dibandingkan Desember 2024.
Angka tersebut masih berada dalam rentang target inflasi nasional. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat inflasi y-on-y tertinggi sebesar 14,49 persen, disusul kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 5,00 persen.
BACA JUGA : Cabai Tembus Rp90 Ribu, TPID DIY Pastikan Beras dan Minyak Aman
BACA JUGA : Meski Cabai dan Bawang Naik, Stok Pangan Kulon Progo Dipastikan Aman Saat Nataru
Komoditas emas perhiasan, beras, cabai rawit, cabai merah, dan kelapa menjadi penyumbang utama inflasi tahunan.
Herum juga menjelaskan perkembangan inflasi di tingkat kabupaten/kota menunjukkan dinamika yang berbeda. Kabupaten Gunungkidul mencatat inflasi y-on-y sebesar 2,93 persen dan inflasi m-to-m sebesar 0,74 persen. Sementara Kota Yogyakarta mengalami inflasi y-on-y sebesar 3,33 persen dengan inflasi m-to-m sebesar 0,53 persen.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: