Pemkab Bantul Petakan Keamanan Nataru, Kunjungan Diekspansi ke 8 Titik Ibadah

Pemkab Bantul Petakan Keamanan Nataru, Kunjungan Diekspansi ke 8 Titik Ibadah

Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta saat menyampaikan sambutan dalam rangkaian persiapan perayaan Natal dan Tahun Baru di Kabupaten Bantul--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id

BANTUL, diswayjogja.id - Pemerintah Kabupaten Bantul memperluas pola pengamanan dan pemantauan pelayanan jelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) dengan melakukan kunjungan ke delapan gereja di berbagai wilayah, tidak hanya terfokus pada gereja-gereja besar seperti tahun-tahun sebelumnya. 

Langkah ini dinilai sebagai bentuk pemerataan kehadiran negara dalam menjamin rasa aman bagi seluruh jemaat.

Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta, menegaskan bahwa persiapan Nataru tahun ini melibatkan koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memastikan kenyamanan masyarakat selama pelaksanaan ibadah dan aktivitas perayaan. 

Menurutnya, pengamanan Nataru bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bagian dari upaya menata tata kelola pelayanan publik di ruang-ruang keagamaan.

“Dengan berbagai persiapan dari Pemerintah Kabupaten Bantul yang didukung oleh beberapa OPD terkait, hal ini merupakan bentuk keseriusan kita untuk menjaga kenyamanan dalam rangka merayakan Natal dan Tahun Baru,” katanya, Rabu (24/12/2025). 

BACA JUGA : Bantul Tambah 43.280 Tabung Elpiji Jelang Nataru, Distribusi Tetap Aman

BACA JUGA : Bantul Siaga Penuh Sambut Nataru, Bupati Ingatkan Risiko Lonjakan Wisata dan Keamanan di Titik Rawan

Sebagai tindak lanjut aspirasi masyarakat, pemerintah membagi kunjungan ke dalam dua rombongan yang menyasar gereja berkapasitas besar maupun kecil. 

Pola ini dilakukan untuk mengoreksi praktik sebelumnya yang dinilai terlalu terpusat pada gereja besar.

“Kami bersama Pak Bupati akan membagi dua rombongan dan berkunjung ke sekitar delapan gereja. Kunjungan ini dilakukan karena sebelumnya ada masukan dari masyarakat bahwa selama ini yang dikunjungi hanya gereja-gereja besar,” ucapnya. 

Ia menambahkan, pendekatan sebar titik kunjungan dipilih agar rasa aman, dukungan, dan perhatian pemerintah dapat dirasakan secara merata. 

Pemerintah memandang bahwa pengamanan ibadah merupakan bagian dari hak warga yang harus dipastikan kehadirannya oleh negara.

BACA JUGA : Libur Nataru 2026, Waterboom Jogja Targetkan Lonjakan Pengunjung Hingga 5 Persen dari Total Wisatawan

BACA JUGA : Kridosono hingga Malioboro, Ini Rekayasa Lalu Lintas Polresta Yogyakarta Saat Nataru

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: