Drone Inovasi FT UMY Siap Bantu Penanganan Bencana Tanpa GPS

Drone Inovasi FT UMY Siap Bantu Penanganan Bencana Tanpa GPS

Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FT UMY) menghadirkan solusi inovatif berupa Indoor Emergency Service Drone, teknologi tanpa GPS yang dirancang khusus untuk mendukung penanganan bencana di area tertutup.--dok. UMY

BANTUL, diswayjogja.id - Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FT UMY) menghadirkan solusi inovatif berupa Indoor Emergency Service Drone, teknologi tanpa GPS yang dirancang khusus untuk mendukung penanganan bencana di area tertutup.

Mahasiswa Teknik Elektro angkatan 2023 sekaligus ketua tim, M. Riadi Arya Hasani, mengungkapkan drone ini memiliki fungsi utama untuk membantu proses evakuasi dan penanganan darurat di lokasi-lokasi yang sulit dijangkau secara langsung.

“Drone ini bisa digunakan untuk memantau korban, mengirimkan perlengkapan P3K, hingga memberikan panduan visual secara real-time kepada tim penyelamat, karena tidak bergantung pada GPS,” ungkap Riadi, Rabu (1/7/2025).

Berbeda dari drone konvensional, drone ini mengandalkan sistem navigasi berbasis sensor visual dari kamera dan teknologi Laser Lidar. 

BACA JUGA :  Berlangsung Dua Hari, UMY Career Fair 2025 Ajak Mahasiswa Siapkan Endurance Skill

BACA JUGA : Pemerintah Dorong Mahasiswa Jadi Pengusaha, Gaspol Goes to Campus Dimulai dari UMY

Selain itu, drone produksi  FT UMY ini telah terintegrasi dengan teknologi Artificial Intelligence (AI), yang memungkinkannya mendeteksi berbagai objek secara otomatis dan akurat.

Dalam proses pengembangannya, Riadi dibantu oleh Hafiefmulanzuhud Triherjuna Gian Handoko (Teknik Mesin 2024), Muhammad Choirul Rendy Saputra (Teknik Elektro 2024), serta Muhammad Hisyam (Teknik Elektro 2021) selaku pelatih atau coach. 

Tim terebut memiliki berbagai tantangan teknis, terutama pada aspek navigasi dan stabilitas penerbangan di ruang tertutup yang sempit dan minim cahaya.

“Tantangan terbesar kami ada pada sistem navigasi dan stabilitas di dalam ruangan. Tanpa GPS, drone harus sepenuhnya bergantung pada sensor jarak dan kamera untuk menghindari halangan secara real-time,” jelasnya. 

BACA JUGA : UMY dan FPT University Vietnam Perkuat Kerja Sama Teknologi dan Pendidikan Bidang AI

BACA JUGA : Mengenal Dokter Rafika Augustine, Alumni UMY yang Buka Praktik dengan Tarif Seikhlasnya

Dengan kerja keras dan kolaborasi yang solid, tim yang menamakan diri mereka Al-Mubarok ini berhasil meraih juara 2 dalam ajang International Robosport Tournament (IRT) FIRA Indonesia Open 2025, yang digelar pada 25–28 Juni 2025 di Surakarta.

“Awalnya kami hanya ingin menambah pengalaman riset dan pembelajaran, apalagi sebagian besar anggota tim masih mahasiswa junior angkatan 2024. Tapi ternyata, hasilnya di luar dugaan,” katanya. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: