Wisata Gunung Api Purba Destinasi Legendaris Gunungkidul, Yang Dulunya Berada di Dasar Laut

Wisata Gunung Api Purba Destinasi Legendaris Gunungkidul, Yang Dulunya Berada di Dasar Laut

Wisata Gunung Api Purba Destinasi Legendaris Gunungkidul, Yang Dulunya Berada di Dasar Laut--

YOGYAKARTA, diswayjogja.id- Wisata gunung api purba ini merupakan salah destinasi wisata yang legendaris di Kabupaten Gunungkidul, oleh karena itu mengetahui sejarah Gunung Api Purba Nglanggeran menjadi hal yang sangat menarik.

Wisata gunung Api Purba ini adalah gunung berapi yang aktif puluhan juta yang lalu, sekitar 60 – 70 juta tahun silam dan sekarang gunung ini dinyatakan sudah tidak aktif lagi. 

Wisata gunung api purba ini merupakan gunung mati yang berusia puluhan juta tahun dan dulunya gunung ini aktif dan berada di dasar laut.

Di Yogyakarta terdapat gunung yang unik yang dikenal dengan sebutan wisata Gunung Api Purba Nglanggeran, yang membuat gunung ini berbeda yaitu gunung ini berbentuk gugusan batu raksasa yang tinggi menjulang. 

BACA JUGA : Pesona Wisata Terbaru 2024 Gunung Nglanggeran: Gunung Api Purba, Berasal Dari Dasar Laut Simak Info Lengkapnya

BACA JUGA : Keindahan Gunung Api Purba Nglanggeran, Tempat Liburan Akhir Tahun Dulunya Berada di Dasar Laut

Berikut Fakta Menarik Gunung Api Purba:

1.Outbound & Camping Ground

Selain daya tarik alamnya, objek wisata ini juga menawarkan wahana untuk melakukan outbound dan tentunya didampingi oleh pemandu outbound nya. 

Apabila Anda ingin menikmati suasana malam di objek wisata ini juga menyediakan camping ground dan ketika fajar, anda bisa melihat sunrise yang indah dari tempat anda mendirikan tenda.

2.Fasilitas

Beberapa fasilitas di Gunung Api Purba Nglanggeran adalah sebagai berikut :

  • Jalur Pendakian
  • Pemandu
  • Camping Ground
  • Toilet Umum
  • Pusat Kuliner dan Oleh-oleh
  • Balai Pertemuan
  • Pos Kesehatan
  • Pusat Informasi
  • Area Parkir

3.Sejarah dan Geologi

Gunung Api ini adalah hasil dari proses vulkanik yang terjadi jutaan tahun lalu, aktivitas vulkanik yang intens membentuk gugusan batu raksasa yang kita lihat hari ini. 

Seiring berjalannya waktu, gunung ini mengalami erosi dan pelapukan, sehingga membentuk lanskap yang unik dan menarik, nama “Nglanggeran” sendiri berasal dari kata “nglanggar” yang berarti melanggar, merujuk pada kepercayaan masyarakat setempat bahwa gunung ini merupakan tempat yang sakral.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait