SMK Innovator Challenge 2025 Tantang Pelajar Ciptakan Sistem Berbasis AI
Sejumlah peserta mengikuti secara daring Launching dan Technical Briefing SMK AI Innovator Challenge dan Kompetisi Video Profile 2025 yang diinisiasi oleh Direktorat SMK, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Senin (1/12/2025).--Dok. Tangkapan Layar Zoom
YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari seluruh Indonesia mendapat tantangan baru untuk mengembangkan sistem digital berbasis kecerdasan buatan (AI) melalui ajang SMK Innovator Challenge 2025.
Kompetisi yang digagas Direktorat SMK Kemendikdasmen bersama Haraka Communication ini berlangsung mulai 28 November hingga 22 Desember 2025.
Kasubdit Mitras DUDI Direktorat SMK, Sartaana, menyebut kompetisi ini dirancang agar pelajar berani mengeksplorasi teknologi baru dan menghadirkan solusi nyata bagi kehidupan.
“Kreativitas adalah bahan bakarnya, teknologi adalah kendaraannya. Di tangan talenta SMK, keduanya menjadi jalan menuju masa depan Indonesia yang lebih terang,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (2/12/2025).
BACA JUGA : Film Diponegoro Hero Gunakan Teknologi AI, Jadi Tontonan Spesial Hari Pahlawan di Yogyakarta
BACA JUGA : Target Ekonomi 8 Persen, Menko Airlangga Tekankan Hilirisasi hingga Teknologi AI
Sartaana menegaskan literasi AI kini menjadi kemampuan penting bagi pelajar SMK mengingat teknologi tersebut telah menjadi fondasi perkembangan industri modern. Pemerintah, kata dia, mendorong inovasi teknologi sebagai bagian dari upaya mencetak generasi emas 2045.
Dia menambahkan, program ini menjadi ruang bagi pelajar, khususnya yang mengambil jurusan teknologi, untuk mengembangkan kemampuan sesuai perkembangan zaman.
Dalam ajang AI Hackathon ini, siswa ditantang merancang sistem digital yang sederhana, praktis, namun memiliki dampak nyata.
Direktur Program Haraka Communication, Ocky Anugrah Mahesa, mengatakan kompetisi ini terbuka untuk seluruh jurusan, termasuk peserta yang baru mengenal AI.
BACA JUGA : Kompetisi E-Sport di Jogja Tetap Digelar, Dispar Tekankan Edukasi dan Emosional Anak Muda
BACA JUGA : Tim Mobil Kimia UGM Melaju ke Kompetisi Internasional di Boston pada November 2025
“Harapannya ada nilai kebaruan yang diciptakan pelajar SMK se-Indonesia, serta mendorong mereka berpikir kritis dan solutif atas masalah sehari-hari,” katanya.
Menurut Ocky, ide inovasi tersebut dapat lahir dari berbagai persoalan di sektor pembelajaran, lingkungan, kreativitas digital, kesehatan mental, UMKM remaja, keamanan digital, hingga isu hoaks.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: