169 Kampung Tangguh Bencana di Yogyakarta Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem 2025
Pemantuan kondisi sungai di Pusat Pengendalian Operasonal Penanggulangan Bencana BPBD Kota Yogyakarta.--Dok. BPBD YK
YOGYAKARTA, diswayjogja.id -Sebanyak 169 Kampung Tangguh Bencana (KTB) di Kota Yogyakarta disiagakan menghadapi potensi cuaca ekstrem yang mulai terjadi sejak awal musim hujan Oktober 2025.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta juga mengingatkan seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam mencegah dampak bencana hidrometeorologi seperti banjir, pohon tumbang, dan atap rumah roboh.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Yogyakarta, Nur Hidayat, mengatakan bahwa curah hujan di wilayah Yogyakarta sejak awal Oktober menunjukkan peningkatan yang signifikan dan bersifat fluktuatif. Karena itu, masyarakat diimbau melakukan langkah-langkah pencegahan sejak dini.
“Mulai bulan Oktober ini hampir setiap hari hujan, kadang deras kadang tidak. Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kesiapsiagaan secara konsisten,” ujar Nur Hidayat dalam jumpa pers terkait Apel Siaga dan Deklarasi Jogja Menuju Tangguh Bencana, Rabu (29/10/2025).
BACA JUGA : Musim Hujan Mulai Intens, BPBD Yogyakarta Minta Warga Waspadai Banjir dan Pohon Tumbang
BACA JUGA : BPBD Kota Yogyakarta Pastikan Kesiapan Hadapi Cuaca Ekstrem, Fokus Evakuasi dan Edukasi Warga Pinggir Sungai
Pemkot Yogyakarta juga terus menjalankan berbagai program mitigasi seperti bersih-bersih sungai dan bedah rumah tidak layak huni, yang sekaligus menjadi langkah pencegahan bencana ekologis di perkotaan.
“Kegiatan bersih-bersih sungai dan bedah rumah yang dilakukan Pemkot sangat membantu tugas BPBD. Itu bagian dari upaya bersama mencegah banjir dan robohnya rumah saat cuaca ekstrem,” tambahnya.
BPBD Kota Yogyakarta memastikan seluruh petugas dan posko siaga 24 jam penuh untuk memantau kondisi cuaca dan debit air di sejumlah sungai utama, seperti Sungai Code, Gajah Wong, dan Winongo.
Menurut Nur, alat telemetri dan sistem peringatan dini sudah dipasang di titik-titik strategis, termasuk di wilayah hulu Sungai Gajah Wong di Ngentak, Sleman.
BACA JUGA : BPBD DIY Lakukan Pemetaan Wilayah Rawan, Waspadai Potensi Bencana Hidrometeorologi
BACA JUGA : Raperda Penanggulangan Bencana Direvisi, DPRD DIY Tekankan Perlindungan Pasca Pandemi
“Jika debit air di hulu mencapai dua meter dan di Kota Yogyakarta turun hujan, biasanya potensi banjir meningkat. Sirene peringatan dini akan berbunyi dan informasi langsung disebarkan kepada masyarakat,” jelasnya.
Meski hujan turun hampir setiap hari, Pemkot Yogyakarta belum menetapkan status siaga darurat bencana cuaca ekstrem. BPBD menyebut saat ini kondisi masih dapat diantisipasi melalui langkah kesiapsiagaan dan koordinasi rutin dengan Pemerintah Daerah (Pemda) DIY.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: