Kisah Seniman Mural Eko Virgi asal Yogyakarta yang Mengalirkan Seni dari Hati

Kisah Seniman Mural Eko Virgi asal Yogyakarta yang Mengalirkan Seni dari Hati

Seniman mural Yogyakarta Eko Darwanto, yang lebih dikenal dengan nama panggung Eko Virgi, sudah menekuni dunia seni sejak awal 1990-an dengan memiliki perjalanan karier yang penuh warna. --Foto: Anam AK/diswayjogja.id

BANTUL, diswayjogja.id - Seniman mural Yogyakarta Eko Darwanto, yang lebih dikenal dengan nama panggung Eko Virgi, sudah menekuni dunia seni sejak awal 1990-an dengan memiliki perjalanan karier yang penuh warna. 

Berawal dari pendidikan seni, melintasi dunia periklanan, hingga akhirnya menetap dalam dunia mural dan desain grafis.

Eko mengawali langkahnya di Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR) pada awal dekade 90-an, meskipun studinya tidak sampai tuntas. 

Namun semangat berkesenian tidak pernah padam, karena darah seni mengalir deras dari garis keluarga sang ibu.

BACA JUGA : Mural di Yogyakarta Dihapus, Seniman Sebut Pembungkaman Eskpresi Seni

BACA JUGA : GIK UGM Hadirkan Pameran 'Mampir Gelanggang', Sajikan 138 Karya Visual dari 18 Seniman

“Kakek saya dari pihak ibu konon juga pelukis. Banyak keluarga dari Pontianak juga punya latar belakang seni, ada yang jadi guru seni rupa juga,” ujarnya kepada Disway Jogja, saat menggarap sebuah karya mural di Bantul, Sabtu (27/9/2025). 

Setelah keluar dari SMSR, Eko sempat bekerja di Da Vinci Total Art, perusahaan periklanan milik mendiang seniman besar Amri Yahya. 

Di sana, ia bertugas sebagai visualiser, terutama dalam desain logo dan teknik airbrush. Pengalaman ini menjadi bekal kuat bagi Eko untuk mengembangkan keterampilan artistiknya secara mandiri.

Tak hanya di dunia seni, Eko juga pernah berkecimpung di dunia pendidikan dan wirausaha. Ia sempat menjadi pengajar desain grafis di Proaktif Training Center, khususnya untuk aplikasi CorelDraw, dan juga sempat menangani pengembangan produk kerajinan berbasis batu alam di Sedok Stone Craft.

BACA JUGA : Seniman dan Budayawan Yogyakarta Gelar Doa Bersama Lintas Iman, Bentuk Empati untuk Negeri

BACA JUGA :  Hamzah Sulaeman, Seniman dan Pengusaha Raminten Yogyakarta Meninggal Dunia

Namun panggilan hati Eko tetap tertambat pada dunia mural. Karya-karyanya tersebar di berbagai sudut Yogyakarta, mulai dari mural di sekolah-sekolah hingga proyek-proyek homestay. 

Salah satu karya mural yang paling berkesan bagi Eko adalah ketika kampungnya, Kelurahan Notokacajan, Kota Yogyakarta menjadi juara kedua kampung Piala Dunia 2010 dalam sebuah ajang yang diselenggarakan oleh stasiun televisi swasta.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: