BMKG DIY: Waspada Hujan Lebat Disertai Angin Kencang 18–20 September

BMKG DIY: Waspada Hujan Lebat Disertai Angin Kencang 18–20 September

Sejumlah pengendara sepeda motor mengenakan jas hujan di Jalan Godean, Gamping, Sleman, pada Selasa (16/9/2025) siang, BMKG DIY mengimbau waspada potensi hujan lebat disertai angin kencang pada pertengahan September. --Foto: Anam AK/diswayjogja.id

YOGYAKARTA,diswayjogja.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan lebat disertai angin kencang pada pertengahan September ini.

Kepala Stasiun Meteorologi BMKG DIY, Warjono, menyampaikan bahwa curah hujan di wilayah Yogyakarta mulai meningkat sejak awal bulan September. 

Bahkan, dalam beberapa hari terakhir, sejumlah wilayah di DIY sudah mengalami hujan.

“Ke depan masih berpotensi terjadi hujan ringan hingga sedang di wilayah Yogyakarta. Peningkatan potensi hujan lebat diperkirakan terjadi pada 18, 19, dan 20 September, terutama di wilayah utara Yogyakarta," ujarnya ketika dihubungi, Selasa (16/9/2025).

BACA JUGA : Potensi Gelombang Tinggi hingga 4 Meter di Pantai Selatan DIY, BMKG Imbau Waspada

BACA JUGA : Yogyakarta Diguyur Hujan Es, BMKG DIY Sebut Adanya Downdraft

Menurutnya, hujan tersebut berpotensi disertai angin kencang, dan jika berdurasi lama dapat memicu banjir maupun longsor.

Beberapa daerah yang sudah terpantau mengalami hujan lebat antara lain di Kabupaten Kulonprogo bagian utara, yakni kawasan Nanggulan, Kokap, Samigaluh, dan Kalibawang.

Sementara di Kabupaten Sleman diantaranya Moyudan, Minggir, Sayegan, Ngaglik, Tempel, serta Pakem).

Selain itu hujan terjadi di sebagian wilayah Bantul, serta Gunungkidul bagian barat yakni kawasan Panggang dan Purwosari.

BACA JUGA :  BPBD DIY Lakukan Pemetaan Wilayah Rawan, Waspadai Potensi Bencana Hidrometeorologi

BACA JUGA : Keluarkan Surat Edaran, Pemda DIY Minta Masyarakat Waspada Peningkatan Kasus Covid-19

BMKG DIY juga mengeluarkan peringatan dini terkait hujan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat atau petir pada Jumat (15/9/2025) pagi sebelumnya.

Warjono menambahkan, fenomena ini juga berimplikasi pada sektor pertanian. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait