Mahasiswa UNU Jogja Kembangkan Drone Cerdas MEDIQUAD untuk Kirim Obat
Mahasiswa prodi Teknik Elektro UNU Jogja, Moch. Fakhrul Rois, berhasil mengembangkan sebuah drone otonom MEDIQUAD (Medical Quadcopter for Autonomous Delivery), dirancang khusus untuk mengantarkan obat secara otomatis.--dok. UNU Jogja
SLEMAN, diswayjogja.id - Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Jogja berhasil mengembangkan sebuah drone otonom MEDIQUAD (Medical Quadcopter for Autonomous Delivery).
MEDIQUAD dirancang khusus untuk mengantarkan obat secara otomatis tanpa perlu kendali manual terus-menerus dari operator.
Drone cerdas ini mampu bergerak mengikuti rute yang telah diprogram dan secara mandiri kembali ke titik awal setelah menyelesaikan pengantaran, bahkan ketika menghadapi gangguan teknis.
Inovasi ini diharapkan dapat menjadi solusi distribusi obat ke daerah terpencil atau dalam situasi darurat yang sulit dijangkau oleh tenaga medis.
BACA JUGA : Mahasiswa UNU Jogja Bikin Alat Interaktif Pilah.in, Ajak Kesadaran Soal Sampah
BACA JUGA : Kolaborasi dengan Peneliti Jepang, Dosen UNU Jogja Kembangkan Komposit Lunak-Keras
Pengembang MEDIQUAD, mahasiswa program studi Teknik Elektro UNU Jogja, Moch. Fakhrul Rois, menjelaskan bahwa sistem kerja drone ini berbasis flight controller APM 2.8 dan GPS Neo 7M yang dikendalikan melalui Mission Planner untuk pengaturan rute penerbangan.
Dilengkapi dengan telemetry, pergerakan MEDIQUAD dapat dipantau secara real-time melalui laptop atau ground control station. Drone ini juga memiliki beberapa mode operasi, termasuk otomatis, hover (melayang di satu titik), dan pendaratan mandiri.
“Teknologi harus membantu orang, bukan sekadar pamer kecanggihan. Lewat karya ini, saya ingin menunjukkan bahwa drone bisa dimanfaatkan untuk hal-hal penting seperti mengirim obat kepada yang membutuhkan,” ujarnya, Sabtu (9/8/2025).
Proyek ini merupakan bagian dari tugas akhir yang dibimbing oleh Zulkhairi. Menurutnya, karya ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi mahasiswa UNU Jogja memiliki potensi untuk memberi dampak langsung bagi masyarakat.
BACA JUGA : Hanya Dua Hari, UNU Jogja Career Days 2025 Tawarkan 33 Industri Nasional dan Internasional
BACA JUGA : Perluas Akses Penyandang Disabilitas, UNU Jogja Kolaborasi dengan Komisi Nasional Disabilitas
“Inovasi ini memberikan gambaran terkait permasalahan dalam mengirim obat ke lokasi-lokasi yang tidak dapat atau tidak mudah dicapai oleh tenaga medis. Dan juga dapat memberikan informasi kepada generasi muda tentang inovasi-inovasi di program studi teknik elektro dalam menyiapkan perkembangan teknologi,” jelasnya.
Ke depan, Zulkhairi berharap akan lebih banyak lagi karya mahasiswa yang tidak hanya menjadi proyek akademik, tetapi juga hadir sebagai solusi konkret untuk kebutuhan riil di masyarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: