Program Jaminan Kesehatan Khusus, Bukti Nyata Pemkot Jogja dalam Dukung Disabilitas Capai Kemandirian

Pemkot Jogja hadirkan Program Jaminan Kesehatan Khusus untuk para Disabilitas--Foto by jogjapolitan
JOGJA, diswayjogja.id - Sebanyak 44 penyandang disabilitas di Kota Yogyakarta menerima alat bantu kesehatan melalui program Jaminan Kesehatan Khusus (Jamkesus) terpadu yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi.
Program ini bekerja sama dengan Balai Penyelenggara Jaminan Kesehatan Sosial (Bapel Jamkessos) bertujuan untuk memberikan dukungan kesehatan kepada masyarakat dengan disabilitas fisik, agar mereka dapat lebih mandiri dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Bantuan alat bantu kesehatan ini diserahkan secara simbolis oleh oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kota Yogyakarta Yunianto Dwi Sutono.
Salah satu penerimanya, Faris Fadhli Domily, warga Kemantren Kraton sekaligus atlet disabilitas menerima bantuan alat bantu berupa kaki palsu. Ia mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya menerima bantuan ini.
BACA JUGA : Junjung Nilai-nilai Inklusivitas, Begini Cara Calon Wali Kota Wujudkan Iklim Inklusivitas di Jogja
BACA JUGA : KPU Kota Jogja Minta Maaf dan Bakal Ganti Maskot Pilkada 2024 Setelah Dikritik Karena Bias Gender
Membantu Banyak Aktivitas
Menurutnya, ragam alat bantu yang disediakan pemerintah sangat membantu, baik untuk keperluan sehari-hari di rumah maupun aktivitas di luar rumah.
"Saya merasa dirangkul oleh pemerintah. Ini bukan pertama kalinya saya mendapat bantuan alat bantu pada 2018 lalu saya juga pernah menerima bantuan serupa. Bantuan ini sangat berarti karena penyandang disabilitas selalu membutuhkan alat bantu dalam berbagai situasi,” tutur Faris saat ditemui setelah penyerahan alat bantu kesehatan di Grha Pandawa Komplek Balai Kota Yogyakarta.
Faris juga aktif berprestasi di bidang olahraga angkat beban. Tahun ini, ia mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta dalam ajang Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) 2024 di Solo dan berhasil menyumbangkan satu medali emas serta satu medali perunggu untuk Yogyakarta.
Faris kini masuk kelas 107 kg ini terus berlatih intensif di Stadion Mandala Krida setiap sore, dari Senin hingga Kamis, serta Sabtu.
“Saya mulai mengikuti olahraga angkat beban sejak 2015 setelah menjalani asesmen, diarahkan beberapa cabang olahraga yang sesuai dengan kondisi fisik saya. Ternyata setelah dicoba yang paling berpotensi bidang angkat beban. Alhamdulillah, setelah berproses, akhirnya bisa mencapai prestasi yang membanggakan,” ungkapnya.
Faris Fadhli Domily, warga Kemantren Kraton sekaligus atlet disabilitas penerima alat bantu kesehatan kaki palsu.
BACA JUGA : Pemkot Yogyakarta Rilis Aplikasi RS Jogja Mobile dan Jaga Sultan, Bisa untuk Reservasi Klinik
BACA JUGA : Begini Strategi Calon Wakil Walikota Jogja Sri Widya Supena Gaet Suara Anak Muda di Pilkada 2024
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: warta.jogjakota.go.id