Sleman Waspadai Berkembangnya Paham Radikal

Sleman Waspadai Berkembangnya Paham Radikal

SLEMAN (Disway Jogja) - Pemerintah Kabupaten Sleman, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi berkembangnya paham radikal. Kewaspadaan ini penting, mengingat warga Sleman memilik mobilitas tinggi, terutama dengan banyaknya pelajar dan mahasiswa yang setiap tahun silih berganti datang dan pergi.

"Bukan untuk ditakuti, tapi perlu waspada. Untuk itu, penyebarluasan pemahaman mengenai radikalisme perlu dilakukan. Masyarakat harus memahami apa itu radikalisme, seperti apa ciri-ciri paham radikal dan sebagainya," kata Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, Sabtu (23/4/2022).

Danang mengungkapkan, pengenalan mengenai paham radikal idealnya menjadi bagian tak terpisahkan dalam setiap aktivitas kemasyarakatan. Tokoh-tokoh masyarakat, aparatur pemerintah san terutama tokoh agama, musti menjadi bagian penting dalam upaya ini.

Terkait upaya menyosialisasikan pengenalan paham radikal, Pemkab Sleman sebelumnya telah mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan Mabes Polri. FGD ini merupakan program dari pemerintah pusat, yang pelaksanaannya dikoordinasikan dengan Pemda dan Polda.

"Ternyata masih banyak yang belum paham apa itu paham radikal. Dengan pemahaman yang mendalam mengenai paham radikal, kita berharap akan muncul kekuatan untuk menangkal penyebaran paham radikal di masyarakat luas," kata Danang.

Terkait FGD, Danang mengatakan, diikuti oleh 30 peserta yang menjadi perwakilan dari tokoh masyarakat, tokoh agama, perwakilan dari organisasi sosial masyarakat.

Dalam FGD tersebut, Kasubbag Opinev RO Penmas Divisi Humas Mabes Polri, AKBP Erlan Munaji menyampaikan, upaya mencegah perkembangan paham radikal tidak bisa dilakukan oleh pemerintah dan aparat keamanan sendiri. Lebih utama, peran masyarakat harus meningkat. Sebab melalui tokoh masyarakat, tokoh agama dan para pemimpin tingkatan bawahlah, upaya itu lebih efektif dilakukan.

"Situasi saat ini masyarakat perlu membentengi diri dari pengaruh paham radikalisme, maka dari itu setelah kegiatan ini, kami berpesan untuk disampaikan (pengetahuan dan pemahaman) kepada keluarga maupun kerabat," ujarnya.

Lebih lanjut Danang menyebut bahwa kemudahan dalam akses informasi menjadi salah satu potensi adanya pengaruh tidak baik salah satunya paham radikalisme.

"Kemudahan akses informasi saat ini bisa menjadi hal positif dan juga bisa menjadi efek negatif. Maka dari itu khususnya untuk generasi muda yang mungkin tidak bisa lepas dari akses informasi, harus bisa menyaring mana informasi yang benar dan salah," ujar Danang. (wrj)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: