Rumah Beratap Asbes Tak Layak Huni, Sebabkan TBC

Rumah Beratap Asbes  Tak Layak Huni, Sebabkan TBC

--

JAKARTA, DISWAY JOGJA --  Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dr. (HC) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K),  mengatakan rumah yang dibangun dengan atap menggunakan   asbes termasuk rumah tidak layak huni karena menyebabkan penghuninya rentan terserang penyakit TBC.  

 

Hal itu ditegaskan Kepala BKKBN saat menerima audiensi Ketua Komisi I DPRD Kota Tegal, Enny Yuningsih SH MM, didampingi Kepala  Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Tegal (DPPKBP2PA), di Kantor Pusat BKKBN, Jakarta, Senin (17/2023). 

 

Dr. Hasto mengatakan, rumah  tidak layak huni  banyak  terdapat di Tegal Timur, Kota Tegal (Jawa Tengah), tercatat  sebesar 36,58 persen.  Kondisi ini perlu perhatian serius karena penghuninya mudah terserang penyakit TBC. Atap dari seng, disebut dr. Hasto, justru lebih sehat. 

BACA JUGA:Hari ke-12 Pemutakhiran, Kader Pendata BKKBN Temui 5,58 Juta Keluarga di Indonesia

Rumah tak layak huni  juga ditandai bila jendela rumah  tidak lebih dari 10 persen luas bangunan rumah. "Lantai rumah tidak dikeramik, juga tidak memenuhi syarat rumah layak huni," ucap dr. Hasto.

 

Hasto juga mengungkap data  bahwa keluarga di Tegal Timur yang memiliki lebih dari tiga anak sebanyak 25,51 persen. Kemudian, terlalu tua namun hamil tercatat 25,7 persen dari jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) yang ada di kabupaten itu. "Jadi, masih perlu kampanye lebih banyak lagi untuk KB-nya," tandas dr. Hasto.

 

Sementara Kepala Dinas DPPKBP2PA, Mohamad Afin, S.IP, M.Si menyampaikan, penurunan  prevalensi stunting di Kabupaten  Tegal Timur cukup baik. Pada 2022, tercatat 16,8 persen, dan   turun menjadi 10 persen   di tahun 2023.  

 

"Meihat tren penurunannya, tahun 2024 insyaallah bisa kami capai target nasional 14 persen," ungkap Afin.

BACA JUGA:Hari Kependudukan Dunia 2023, Kepala BKKBN: Masyarakat Jadi Kuat Saat Perempuan dan Anak Diberdayakan

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: jogja.disway.id