Kaesang Masuk Bursa Ketum Himpunan Pengusaha Nahdliyin

Kaesang  Masuk Bursa Ketum Himpunan Pengusaha Nahdliyin

Abdul Kholik bersama sejumlah pengurus HPN saat memberikan kwterangan terkait Konfernas HPN di Yogyakarta. (Warjono/diswayjogja.id)--

SLEMAN (Disway Jogja) -  Nama putra bungsu Presiden Jokowi Kaesan Pangarep, tiba-tiba muncul menjelang Konferensi Nasional (Konfernas) Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) di Yogyakarta. Kaesang disebut-sebut masuk dalam bursa calon Ketua Umum HPN. Konfernas yang salah satu agendanya adalah memilih pengurus baru ini, digelar di Yogyakarta 1-2 Juni 2022.

Ketua Umum HPN Ir Abdul Kholik MM mengatakan, memang organisasi ini tidak menabukan calon ketua umum dari luar komunitas nahdliyin. Sikap ini merupakan kesepakatan yang diambil dalam Rapimnas HPN di Solo Maret silam.

Kholik mengatakan, bursa calon Ketua Umum HPN periode 5 tahun ke depan, hingga saat ini diramaikan oleh calon internal dan eksternal. Dari internal muncul 4 nama yang semuanya adalah Pengurus Wilayah HPN. Sedangkan calon eksternal, 1 diantaranya adalah Kaesang yang dikenal sebagai pengusaha bidang kuliner dan youtuber.

"Kami sudah melakukan pembicaraan dengan Mas Kaesang. Tapi kita tunggu saja besok pas jadwal sidang," kata Kholik, Rabu (1/6/2022) sore.

Kholik menekankan, ketua umum HPN mendatang memiliki tugas yang tidak ringan. Para pengusaha nahdliyin sudah sepakat untuk memberikan kontribusi nyata bagi kebangkitan ekonomi pasca pandemi Covid-19

Kontribusi tersebut, utamanya menyangkut pemberdayaan ekonomi menengah bawah (UMKM), yang selama ini terbukti menjadi pilar utama perekonomian nasional dan menjadi jaring pengaman sosial.

"Kami tidak anti konglomerat ya. Tapi kami inginkan konglomerat yang tumbuh bukan dengan menginjak pengusaha kelas UMKM," tandas Kholik.

Ketua Steering Committee Konfernas HPN Reza Fahlipi Bakhtiar menambahkan, organisasi menginginkan Ketua Umum HPN mendatang memiliki passion yang sesuai dengan perkembangan zaman. Dia harus paham demografi, digitalisasi dan tren ekonomi syar'i. 

Tokoh ini juga harus bisa memberi contoh karena sudah melakukan atau menjalani dan bukan sekadar konsep dan retorika. (warjono)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: diswayjogja.id