Gunung Merapi Kembali Aktif, 141 Guguran dan 1 Awan Panas Tercatat dalam Sehari

Gunung Merapi Kembali Aktif, 141 Guguran dan 1 Awan Panas Tercatat dalam Sehari

Gunung Merapi mengeluarkan awan panas guguran sejauh 2 kilometer ke arah Kali Sat/Putih pada Rabu (10/6/2026). BPPTKG meminta masyarakat menjauhi kawasan bahaya dan tetap waspada terhadap potensi guguran lava serta lahar.--dok. BPPTKG

YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas guguran (APG) pada Rabu (10/6/2026) malam. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat awan panas meluncur sejauh 2.000 meter ke arah barat atau hulu Kali Sat/Putih.

Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, mengatakan peristiwa awan panas guguran terjadi pada pukul 22.58 WIB.

“Terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi pada Rabu, 10 Juni 2026 pukul 22.58 WIB dengan estimasi jarak luncur 2.000 meter, amplitudo maksimum 46,98 mm dan durasi 94,49 detik mengarah ke barat atau hulu Kali Sat/Putih,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

BPPTKG mengimbau masyarakat untuk tetap menjauhi kawasan rawan bencana dan alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi.

BACA JUGA : BPPTKG Catat Awan Panas Guguran Merapi Berdurasi 136 Detik dan 17 Kali Guguran Lava

BACA JUGA : Sambi Ledok Ecopark Pakem Sleman, Tempat Healing Keluarga dengan Nuansa Alam Lereng Merapi

“Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya dan alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi serta mematuhi rekomendasi resmi,” kata Agus.

Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Merapi periode pengamatan 10 Juni 2026 pukul 00.00–24.00 WIB, kondisi cuaca di sekitar gunung bervariasi dari cerah, berawan hingga mendung. Asap kawah terpantau berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang dan tinggi mencapai 20–50 meter di atas puncak.

Selain satu kali awan panas guguran, BPPTKG juga mencatat aktivitas kegempaan yang cukup tinggi. Tercatat 141 kali guguran, 64 kali gempa hybrid atau fase banyak, satu kali gempa vulkanik dangkal, dan dua kali gempa tektonik jauh.

Dalam periode yang sama, petugas juga mengamati 18 kali guguran lava ke arah Kali Sat/Putih, Kali Krasak, dan Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum mencapai 2.000 meter. Hingga saat ini status Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga.

BACA JUGA : Awan Panas Guguran Terjadi Jumat Sore, Suplai Magma Gunung Merapi Masih Berlangsung

BACA JUGA : Awan Panas Guguran Meluncur 1 Kilometer dari Puncak Merapi Minggu Malam, Status Masih Siaga

BPPTKG menyebut potensi bahaya utama berupa guguran lava dan awan panas masih mengancam sektor selatan-barat daya, meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer.

Sementara pada sektor tenggara, potensi bahaya berada di Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: