Monsun Timur Menguat, Warga DIY Diminta Waspada Angin Kencang dan Cuaca Kering

Monsun Timur Menguat, Warga DIY Diminta Waspada Angin Kencang dan Cuaca Kering

Masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang yang dipicu menguatnya Monsun Timur dari Benua Australia pada periode 4–9 Juni 2026.--FOTO : Info BMKG/diswayjogja.id

YOGYAKARTA, diswayjogja.id – Masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang yang dipicu menguatnya Monsun Timur dari Benua Australia pada periode 4–9 Juni 2026.

BMKG menginformasikan, Fenomena ini diperkirakan memengaruhi sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk DIY, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, Sulawesi Selatan, Maluku hingga Papua.

Monsun Timur merupakan pola angin musiman yang bertiup dari Benua Australia menuju Asia. Pada periode musim kemarau, angin ini membawa massa udara yang relatif kering dan lebih dingin dari wilayah Australia. Akibatnya, curah hujan cenderung berkurang, sementara kecepatan angin di beberapa daerah dapat meningkat.

Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan berbagai dampak, mulai dari angin kencang, peningkatan suhu pada siang hari, berkurangnya kelembapan udara, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan maupun kebakaran permukiman akibat cuaca yang lebih kering.

BACA JUGA : Cuaca Ekstrem Rusak Belasan Rumah dan Robohkan Tower di 5 Kemantren

BACA JUGA : Cuaca Yogyakarta Tak Menentu, Masyarakat Diminta Waspada Banjir dan Angin Kencang

Selain itu, aktivitas pelayaran dan nelayan juga perlu meningkatkan kewaspadaan karena angin kencang dapat memicu gelombang laut yang lebih tinggi di sejumlah perairan.

Masyarakat diimbau untuk mengamankan benda-benda yang mudah terbawa angin, memangkas ranting pohon yang rapuh di sekitar rumah, serta memperhatikan informasi cuaca resmi dari instansi terkait sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.

Sejumlah wilayah yang diminta waspada terhadap potensi angin kencang selama periode tersebut antara lain Aceh, Riau, Kepulauan Bangka Belitung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Maluku, Papua Barat, dan Papua Selatan.

Meskipun fenomena Monsun Timur merupakan siklus tahunan yang umum terjadi, masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat muncul secara lokal, terutama pada masa peralihan menuju musim kemarau. Pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat melakukan langkah antisipasi guna meminimalkan risiko yang ditimbulkan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: