Kekeringan Diprediksi Terjadi, Petani Sleman Mulai Beralih Komoditas

Kekeringan Diprediksi Terjadi, Petani Sleman Mulai Beralih Komoditas

Pemkab Sleman menyiapkan langkah antisipasi menghadapi kemarau 2026, mulai dari kesiapan alat irigasi, edukasi petani, hingga program asuransi usaha tani guna mencegah gagal panen.--FOTO: Anam AK/diswayjogja.id

SLEMAN, diswayjogja.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mulai melakukan berbagai langkah antisipasi menghadapi potensi musim kemarau 2026 yang diprediksi berdampak pada sektor pertanian.

Plt Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman, Rofiq Andriyanto, menyebut pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi guna mencegah risiko gagal panen akibat kekeringan.

“Semoga tidak terjadi gagal panen. Tapi kami sudah melakukan berbagai upaya, mulai dari edukasi, komunikasi, hingga penyebaran informasi kepada petani,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).

Menurutnya, prediksi cuaca dari BMKG terkait fenomena El Nino menjadi dasar pemerintah dalam menyusun langkah mitigasi.

BACA JUGA : Harga Cabai hingga Emas Dorong Inflasi DIY, Namun Petani Tetap Untung

BACA JUGA : Gunungkidul Terima Bantuan Alsintan Rp12 Miliar, Petani Diminta Kelola Secara Gotong Royong

Dia mengakui bahwa potensi kekurangan air hampir pasti terjadi saat musim kemarau. Oleh karena itu, kesiapan menjadi kunci utama dalam menjaga produktivitas pertanian.

“Kekurangan air itu pasti. Maka yang kita lakukan adalah memastikan alat-alat pendukung seperti pompa air, irigasi perpompaan, dan sumur bor dalam kondisi siap digunakan,” katanya.

Selain itu, pemerintah juga menggandeng penyuluh pertanian yang kini berada di bawah koordinasi pusat untuk memperkuat pendampingan kepada petani. Koordinasi dilakukan bersama Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP).

Tak hanya itu, petani juga didorong untuk beralih ke komoditas yang lebih tahan kekeringan, seperti palawija. Di sejumlah wilayah, petani bahkan sudah terbiasa menanam kacang tanah dan jagung saat musim kemarau.

BACA JUGA : Ratusan Petani dan Pembudidaya Ikan di Sleman Masih Kesulitan, Tani Merdeka Turun Tangan

BACA JUGA : Pemerintah Dorong Produktivitas Tebu di Bantul, Petani Dapat Subsidi Hingga Rp14 Juta per Hektar

“Kita edukasi petani untuk memilih varietas yang tahan kekeringan. Bahkan secara tradisi mereka sudah beradaptasi, tidak lagi memaksakan tanam padi,” jelasnya.

Wilayah yang menjadi perhatian khusus antara lain Kecamatan Seyegan, sebagian Tempel, Caturharjo, hingga Ngaglik, yang memiliki karakter tanah berpasir dan rentan kekeringan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: