DLH Sleman Soroti Limbah Peternakan Picu Bakteri Coliform di Sungai
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman, Sugeng Riyanta, menjelaskan potensi pencemaran sungai akibat limbah peternakan dan penggunaan pupuk kandang yang belum matang, Jumat (6/3/2026).--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id
BACA JUGA : DLH Sleman Terapkan Pemilahan Limbah di SPPG MBG
BACA JUGA : Kebijakan Baru Pengelolaan Sampah, DLH Kota Yogyakarta Jemput Organik Kering dari Rumah Warga
Ia mengatakan bahwa DLH saat ini aktif berkoordinasi dengan dinas terkait, khususnya sektor pertanian, untuk membahas pengelolaan pupuk kandang agar lebih ramah lingkungan.
“Terkait langkah yang dilakukan DLH, kami melakukan koordinasi dengan sektor terkait, misalnya dengan dinas pertanian. Kami berdiskusi bersama mengenai penggunaan pupuk kandang yang belum matang agar dapat dikelola dengan lebih baik,” ucapnya.
Menurutnya, dinas yang membidangi pertanian memiliki pemahaman teknis yang lebih mendalam terkait tata cara pengolahan pupuk kandang.
Oleh karena itu, koordinasi dilakukan agar pupuk yang digunakan petani benar-benar telah melalui proses pematangan sehingga aman saat diaplikasikan di lahan.
“Tentunya pihak yang lebih memahami teknis pertanian adalah dinas terkait. Harapannya pupuk kandang yang digunakan benar-benar sudah matang dan aman ketika diaplikasikan ke lahan pertanian,” tuturnya.
Saat ini, langkah yang ditempuh DLH Sleman masih berupa imbauan dan koordinasi antarperangkat daerah.
BACA JUGA : DLH Kota Yogyakarta Targetkan 13 Titik Timbangan Sampah Terpasang Akhir 2025, Siap Hadapi Lonjakan Nataru
BACA JUGA : Pembangunan PSEL, DLHK DIY Pastikan Daerah Siap dan Kompak Penuhi Target Sampah 1.000 Ton
Upaya tersebut belum sampai pada tahap penegakan atau tindakan yang bersifat pemaksaan.
Ia menjelaskan bahwa pendekatan kolaboratif dipilih agar setiap sektor dapat bersama-sama mencari solusi terhadap potensi pencemaran lingkungan, khususnya yang berdampak pada kualitas air sungai.
“Saat ini langkah yang dilakukan masih berupa imbauan dan koordinasi. Belum sampai pada tindakan yang bersifat pemaksaan karena kami masih berada pada tahap koordinasi lintas sektor,” imbuhnya.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas air sungai menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah karena berkaitan dengan capaian indeks kualitas lingkungan hidup (IKLH).
Meski secara umum nilai IKLH Sleman sudah mencapai target dan berada pada kategori sedang, komponen indeks kualitas air masih perlu ditingkatkan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: