BPBD Sleman Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem Jelang Lebaran 2026
Kepala Pelaksana BPBD Sleman Raden Haris Martapa menyampaikan potensi cuaca ekstrem menjelang Lebaran 2026 saat jumpa pers di Dinas Pertanian Sleman, Selasa (3/3/2026).--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id
BACA JUGA : Bantul Terparah Terdampak Bencana, BPBD Kaji Dana Tak Terduga
BACA JUGA : Debit Sungai Fluktuatif, BPBD Yogyakarta Perkuat Sistem Peringatan Dini
Menurutnya, potensi banjir pada Februari hingga Maret 2026 berada dalam kategori rendah hingga menengah.
Meski demikian, masyarakat tetap diminta meningkatkan kesiapsiagaan karena bencana hidrometeorologi sering terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi dalam waktu singkat.
“Kami mengimbau masyarakat untuk melakukan langkah-langkah mitigasi sederhana, seperti membersihkan saluran air, memangkas dahan pohon yang berpotensi tumbang, serta meningkatkan kewaspadaan di wilayah rawan banjir dan longsor,” tuturnya.
Selain itu, masyarakat juga diminta menyiapkan perlengkapan darurat atau tas siaga bencana, serta menghindari aktivitas di wilayah rawan bencana ketika kondisi cuaca mulai memburuk.
“Jika langit mulai gelap atau turun hujan rintik di kawasan rawan longsor, sebaiknya masyarakat segera menjauh dari lokasi tersebut demi keselamatan,” ujarnya.
BPBD Sleman juga memberikan perhatian khusus pada sektor pariwisata, mengingat jumlah kunjungan wisatawan ke DIY saat Lebaran diperkirakan meningkat signifikan.
BACA JUGA : Gempa Bantul 5,5 dan 4,4, BPBD Sebut Kerusakan Hanya Ringan
BACA JUGA : Gempa M4,5 Sesar Opak Guncang Bantul, BPBD Sebut Belum Ada Kerusakan
Diperkirakan sekitar empat juta wisatawan akan berkunjung ke berbagai destinasi wisata di DIY selama masa libur Lebaran.
“Dengan potensi peningkatan wisatawan yang cukup besar, kami meminta seluruh pengelola destinasi wisata untuk memastikan kesiapan peralatan keselamatan dan sistem pengamanan bagi para pengunjung,” jelasnya.
Ia juga mengimbau wisatawan untuk selalu mematuhi rambu, arahan petugas, serta memperhatikan kondisi cuaca sebelum melakukan aktivitas wisata.
Khusus bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan lereng Gunung Merapi, ia mengingatkan agar selalu memantau perkembangan aktivitas gunung tersebut melalui aplikasi Simantab atau menghubungi Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Sleman.
“Informasi cuaca dan aktivitas Merapi sangat penting untuk dipantau, terutama bagi masyarakat dan wisatawan yang beraktivitas di kawasan rawan bencana,” imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: