Sepekan Ramadan, 2 Gepeng Terjaring Operasi Satpol PP Kota Yogyakarta

Sepekan Ramadan, 2 Gepeng Terjaring Operasi Satpol PP Kota Yogyakarta

Operasi gepeng digelar di kawasan Giwangan, Kota Yogyakarta, Senin (23/2/2026) malam, Satpol PP Kota Yogyakarta mengintensifkan operasi gepeng selama Ramadan 2026, di mana dua orang terjaring dalam sepekan.--dok. Satpol PP Jogja

“Pintu masuk utama tetap di shelter PPKS Dinsosnakertrans Kota di Pakualaman. Jika warga luar Kota Yogyakarta akan dikirim ke camp assessment Dinas Sosial DIY,” terang Octo.

Kepala Bidang Pemberdayaan dan Rehabilitasi Sosial Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta, Indrawati, menjelaskan shelter PPKS bersifat sementara dengan masa tinggal maksimal tujuh hari dan kapasitas 10 orang.

BACA JUGA : Puluhan Gepeng Ditertibkan Sepanjang 2025 di Yogyakarta, Mayoritas dari Luar Daerah

BACA JUGA : Ada 116 Pengamen Pengamen Resmi di 7 Titik Malioboro, Pengamen Liar Bakal Ditertibkan

“Di shelter ada proses penelusuran keluarga, assessment pelayanan kesehatan bila diperlukan dengan Puskesmas Pakualaman, termasuk identitas biometrik dengan Dindukcapil. Setelah itu dirujuk sesuai hasil assessment, bisa ke camp assessment atau dikembalikan ke keluarga,” jelas Indrawati.

Sejak Januari hingga Februari 2026, tercatat sembilan orang telah dilayani di Shelter PPKS Kota Yogyakarta. Mereka terdiri dari gelandangan, pengemis, ODGJ, dan orang terlantar dari berbagai daerah. 

“Saat ini terdapat dua gepeng yang masih berada di shelter tersebut,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: