TPID Sleman Perkuat Pemantauan Harga Jelang Ramadhan

TPID Sleman Perkuat Pemantauan Harga Jelang Ramadhan

Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Sleman, Heri Setyawati, menyampaikan strategi pengendalian harga pangan jelang Ramadhan dalam konferensi pers di Sleman.--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id

BACA JUGA : Cabai Rp90 Ribu dan Telur Rp30 Ribu Jelang Ramadan, DPRD DIY Desak Pemerintah Perkuat Operasi Pasar

BACA JUGA : Kenapa Harga Pangan Selalu Naik Jelang Ramadan? Ini Analisis Akademisi Agribisnis

Ia menegaskan bahwa stabilitas harga tidak hanya bergantung pada ketersediaan stok di gudang, tetapi juga pada kelancaran distribusi dari produsen hingga ke pasar tradisional dan ritel modern. 

Gangguan distribusi sekecil apa pun dapat berdampak langsung pada harga di tingkat konsumen.

TPID Sleman juga memperkuat koordinasi dengan distributor, pedagang besar, dan asosiasi pelaku usaha. 

Langkah ini penting untuk memastikan pasokan tetap lancar dan harga jual sesuai dengan ketentuan atau harga acuan yang telah ditetapkan pemerintah.

“Koordinasi intensif dengan distributor, pedagang besar, dan asosiasi pelaku usaha diperlukan untuk memastikan kelancaran pasokan, kesesuaian harga jual, serta komitmen menjaga stabilitas harga selama Ramadhan dan Idulfitri,” tuturnya. 

Selain pendekatan teknis dan pengawasan, pemerintah daerah juga menekankan pentingnya strategi komunikasi publik. 

BACA JUGA : Jelang Ramadan 2026, Harga Cabai Rawit di Pasar Beringharjo Tembus Rp90 Ribu

BACA JUGA : GAPEMBI DIY Siap Perkuat Rantai Pasok MBG Ramadan

Pemkab Sleman akan mendorong kampanye belanja bijak menjelang Ramadhan dengan menyampaikan secara terbuka bahwa stok dan pasokan bahan pokok dalam kondisi aman.

Ia menilai komunikasi yang konsisten dan berbasis data akan membangun kepercayaan masyarakat sekaligus mencegah kepanikan yang dapat memicu pembelian berlebihan atau panic buying.

“Pemerintah daerah dapat mendorong kampanye belanja bijak menjelang Ramadhan, bahwa kebutuhan pangan tersedia dan tidak perlu pembelian berlebihan. Narasi ini penting untuk menekan panic buying sekaligus menjaga stabilitas permintaan,” ujarnya.

Melalui kombinasi pemantauan digital, pengawasan distribusi, koordinasi lintas pelaku usaha, serta komunikasi publik yang terbuka, TPID Sleman berharap stabilitas harga dan ketersediaan pasokan dapat terjaga sepanjang Ramadhan hingga Idulfitri.

Upaya ini menjadi bagian dari langkah preventif pemerintah daerah untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi pangan di momen krusial yang setiap tahun memicu peningkatan aktivitas ekonomi dan konsumsi rumah tangga.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: