Menunda Demi Beasiswa, Lulus S2 UNY dengan IPK 3,95
Amalia Nabilah Aldhamai, wisudawan S2 Terapan Linguistik UNY, berpose usai prosesi wisuda di GOR UNY, Rabu (11/2/2026).--Foto: IST
“Apapun kesulitannya atau komentar dari dosen pembimbing, dihadapi saja. Intinya tetap lanjut dan tidak berhenti,” ujarnya.
BACA JUGA : 429 Kasus TBC Terdeteksi, Dinges Kulon Progo Masih Kejar Ratusan Kasus Tersembunyi
BACA JUGA : Menyingkap Pesona Tersembunyi, Masuk Destinasi Wisata Semarang, Simak Ulasan Selengkapnya Disini
Sebagai anak dari keluarga wiraswasta di Semarang, gelar magister yang diraihnya memiliki makna lebih dari sekadar capaian akademik.
Ia ingin membuktikan bahwa latar belakang sederhana bukan penghalang untuk menempuh pendidikan tinggi.
“Selain untuk orang tua, juga untuk diri sendiri. Apalagi sebagai perempuan, ingin membuktikan bahwa perempuan juga punya kemampuan untuk menempuh pendidikan tinggi,” imbuhnya.
Kini, dua tahun setelah memulai perkuliahan secara resmi, Amalia berdiri sebagai lulusan dengan IPK nyaris sempurna.
Rasa lega menyertai momen wisuda, namun ia menyadari perjalanan belum selesai.
Ia berencana mencari pengalaman kerja terlebih dahulu, sembari tetap membuka peluang melanjutkan studi ke jenjang doktoral melalui skema beasiswa.
BACA JUGA : Menemukan Surga yang Hilang Cocok Jadi Destinasi Tersembunyi Indonesia untuk Liburan Eksklusif 2026
BACA JUGA : Solo Punya Tempat Destinasi Kafe dengan Sentuhan Budaya dan Klasik
Baginya, wisuda bukan garis akhir, melainkan awal dari perjalanan baru.
Kisah Amalia menjadi pengingat bahwa jeda bukan berarti mundur. Dalam beberapa situasi, menunda justru menjadi strategi untuk melompat lebih jauh.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: