Menunda Demi Beasiswa, Lulus S2 UNY dengan IPK 3,95

Menunda Demi Beasiswa, Lulus S2 UNY dengan IPK 3,95

Amalia Nabilah Aldhamai, wisudawan S2 Terapan Linguistik UNY, berpose usai prosesi wisuda di GOR UNY, Rabu (11/2/2026).--Foto: IST

BACA JUGA : Menjelajahi Kelezatan Tersembunyi Wisata Kuliner Malam di Kota Malang

BACA JUGA : Menyingkap Destinasi Hidden Gem Pesona Tersembunyi Pulau Buyang, Berikut Informasi Lengkapnya

Baginya, S2 bukan sekadar soal gengsi akademik, melainkan juga perencanaan matang. Tanpa dukungan pembiayaan yang jelas, beban studi berpotensi mengganggu fokus belajar.

“Kalau S2 kan bisa masuk di pertengahan semester, jadi ikut intake berikutnya. Waktu itu saya memang memutuskan menunggu hasil beasiswa dulu,” ucapnya.

Keputusan itu terbukti menjadi titik balik. Dengan dukungan Beasiswa Unggulan, ia dapat menjalani perkuliahan tanpa dibayangi kekhawatiran biaya pendidikan. Ia bisa memusatkan perhatian pada riset, tugas akademik, hingga penyusunan tesis.

Meski demikian, perjalanan akademiknya tidak sepenuhnya mulus. 

Di Program Terapan Linguistik, mahasiswa dituntut menghasilkan karya ilmiah dengan standar publikasi. 

Tantangan itu terasa terutama saat memasuki tahap akhir penyusunan tesis.

BACA JUGA : Hakim PN Sleman Ultimatum JPU, Tuntutan Mahasiswa UNY Wajib Dibacakan 10 Februari

BACA JUGA : Eksotisme Golo Mori Jadi Permata Tersembunyi di Timur Labuan Bajo Paling Mulai Mendunia Cek Info Selengkapnya

Bahkan, di fase tersebut, ia memutuskan berhenti dari pekerjaan paruh waktu agar bisa fokus menyelesaikan risetnya. 

Tekanan akademik sempat membuatnya hampir menyerah.

“Kemarin juga sempat hampir putus asa, bisa menyelesaikan tesis atau tidak. Tapi saya rutin bimbingan supaya cepat selesai,” ungkapnya.

Menurutnya, tantangan terbesar di jenjang magister bukan hanya memahami teori atau metodologi penelitian. 

Konsistensi menghadapi revisi, menerima kritik pembimbing, serta menjaga semangat di tengah tekanan justru menjadi ujian sesungguhnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: