Risoles Mayo Diduga Jadi Penyebab Keracunan Mahasiswa UNISA Saat ECE di RSJ Grhasia

Risoles Mayo Diduga Jadi Penyebab Keracunan Mahasiswa UNISA Saat ECE di RSJ Grhasia

Direktur RSJ Grhasia, dr. Akhmad Akhadi S (tengah), saat konferensi pers, Senin (5/1/2026), mengungkapkan hasil analisis awal menyebut risoles mayo patut diduga menjadi snack paling rentan memicu keracunan dibandingkan tahu sarang burung dan banana cake.--Foto: Anam AK/diswayjogja.id

Dia menambahkan, hingga saat ini masih ada pasien yang belum diperbolehkan pulang karena belum melewati masa pemantauan medis. Pemeriksaan laboratorium juga masih berlangsung di Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi Dinas Kesehatan DIY.

“Pemeriksaan mikrobiologi membutuhkan proses biakan, minimal tujuh hari. Saat ini hasilnya masih dalam tahap pengembangan,” jelas Akhmad.

BACA JUGA : Dosen Gizi Unisa Yogyakarta Ungkap Bahaya dan Cara Kenali Beras Oplosan

BACA JUGA : Milad ke-34, Unisa Yogyakarta Siap Jadi Pusat Inovasi Kesehatan Berbasis Islam

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UNISA Yogyakarta, Dewi Rohanawati, menyampaikan bahwa hingga kini dua mahasiswa masih menjalani perawatan inap, masing-masing di RS Sakinah Idaman dan RS PKU Gamping.

“Secara umum kondisi mahasiswa membaik. Dari 40 mahasiswa yang mengikuti ECE gelombang terakhir, tidak semuanya mengalami keluhan karena pola konsumsi snack berbeda-beda,” terang Dewi.

Ia menjelaskan, sebagian mahasiswa hanya mengonsumsi sedikit snack, ada pula yang membawanya pulang. Reaksi yang muncul pun bervariasi, mulai dari sore, malam, hingga keesokan harinya.

UNISA, lanjut Dewi, melakukan pemantauan intensif selama 24 jam dan berkoordinasi melalui grup komunikasi untuk memastikan mahasiswa yang mengalami gejala segera mendapatkan penanganan medis.

“Kegiatan ECE ini merupakan bagian dari kurikulum rutin mahasiswa keperawatan semester lima dan telah dilaksanakan setiap tahun. Kejadian dugaan keracunan ini baru pertama kali terjadi,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: