Mandiri Berdikari dan Berkesinambungan, Cara Kelompok Tani Mekar Jaya Wujudkan Klaster Bawang Merah di Brebes
TRAINING - Jajaran Pengurus Kelompok Tani Bawang Merah binaan KPwBI Tegal Mekar Jaya kompak foto bersama peserta training center yang menjadi program andalan kluster.-Syamsul Falaq/ RATEG-
BREBES, diswayjogja.id - Besarnya potensi pertanian di Kabupaten Brebes, menjadi alasan kuat bagi puluhan petani bawang merah untuk bergabung menjadi Kelompok Tani Bawang Merah Mekar Jaya.
Tujuannya, mewujudkan kemandirian usaha, berdikari, dan menjalankan program berkesinambungan melalui pengembangan klaster bawang merah.
Bahkan, target hilirisasi menjadi program jangka panjang yang akan terus diwujudkan melalui serangkaian program khusus klaster bawang merah dari hulu hingga hilir.
Seperti diungkapkan Ketua Kelompok Tani Bawang Merah Mekar Jaya, Hadi Sutomo, sejak terjun menjadi anggota kelompok tani pada tahun 2010, ia bersama sejumlah anggota kelompok tani ingin mewujudkan mimpi besar menjadikan klaster bawang merah Brebes yang makin besar dan berkembang.
"Untuk melengkapi integrasi hulu hingga hilir, anggota Poktan Mekar Jaya kompak untuk menjalankan inovasi penyiapan benih bawang merah (tanam bawang merah untuk produksi benih-red). Tentu saja upaya pengembangan klaster bawang merah hulu hingga hilir ini dijalankan melalui pendampingan dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KpwBI) Tegal dari 2016 hingga sekarang," terangnya di gudang Poktan Mekar Jaya, Desa Klampok RT 10/RW05, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes.
BACA JUGA : KPwBI Tegal Siapkan Rp 1 Miliar Gelar Semarak Rupiah Hari Natal Penuh Damai dan Libur NATARU
BACA JUGA : Cegah Peredaran Uang Palsu, KPwBI Tegal Gandeng Bhabinkamtibmas Gencarkan Edukasi CBP Lewat BINMAS MENYAPA
Pendampingan dari KPwBI Tegal, lanjut Hadi, menjadi titik balik klaster bawang merah yang dirintis untuk menjadi makin berkembang hingga sekarang. Sebab, tidak hanya memfasilitasi pengembangan klaster, Bank Indonesia Tegal juga konsisten memberikan pelatihan dan pengembangan kapasitas.
Melalui pendampingan dari KPwBI Tegal dia juga menyadari perannya dalam membantu menjaga stabilitas harga bawang merah melalui kemitraan dengan sejumlah pedagang besar bawang merah di Jakarta dan kota besar lainnya, serta memfasilitasi kerja sama antar daerah sebagai mitra Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk penyediaan pasokan bawang merah.
"Program pendampingan dari KPwBI Tegal, sangat berpengaruh dan membantu Poktan Mekar Jaya semakin berkembang. Sebab, tidak hanya dukungan pelatihan tapi juga kelengkapan sarpras yang kami butuhkan," jelasnya.
Lebih lanjut Hadi Sutomo menuturkan, sejumlah hasil inovasi Poktan Mekar Jaya juga menjadi komitmen dan konsistensi bersama. Terlebih, setiap kreasi anggota Poktan mampu membuktikan memang layak mendapatkan pendampingan KPwBI Tegal. Seperti, Training Center Bawang Merah dengan materi pembelajaran lengkapnya yang menjadi rujukan bagi petani bawang merah dari seluruh penjuru Indonesia.
BACA JUGA : KPwBI Tegal Blusukan ke Brebes, Hadirkan Rupiah Layak Edar di Pasar Induk, Jatibarang Hingga Paingan Salem
BACA JUGA : Dari Salon Sepi ke Tas Kelas Dunia: Zo’s The Label, Karya Perempuan Tegal yang Menembus Pasar Ekspor
"Pendampingan KPwBI Tegal juga termasuk pengenalan inovasi Light Trap Solar Cell, Refugia, dan pestisida organik pada 2017. Teknologi pascapanen hingga pemasaran juga makin berkembang. Selain itu, KPwBI Tegal juga memberikan fasilitasi knowledge sharing dengan petani dari berbagai wilayah di Indonesia. Saya pernah mengajar kelompok tani bawang merah dari Sabang hingga Merauke," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: