269 Tahun Kota Yogyakarta: Hasto Wardoyo Fokus Benahi Sampah, Sungai, dan Penataan Malioboro

269 Tahun Kota Yogyakarta: Hasto Wardoyo Fokus Benahi Sampah, Sungai, dan Penataan Malioboro

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, saat memberikan arahan kepada sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Ruang Yudhistira, Kompleks Balai Kota Yogyakarta, Senin (6/10/2025). --Foto: Anam AK/diswayjogja.id

YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menjadikan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-269 sebagai momentum untuk melakukan perubahan nyata di berbagai sektor. 

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menekankan tahun ini menjadi simbol “tahun perubahan” bagi tata kelola kota dan perilaku sosial masyarakat.

Hasto menjelaskan, perubahan ini diwujudkan dalam berbagai program yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat, mulai dari pengelolaan sampah hingga penataan kawasan kota.

“Kalau kita bicara tentang proyek perubahan, maka di 269 ini juga kita harus ada perubahan sebagai penanda hari jadi,” ujar Hasto ditemui di Kompleks Balai Kota Yogyakarta, Selasa (7/10/2025). 

BACA JUGA : Pemkot Yogyakarta Luncurkan GeoTaktis, Sistem Cerdas Analisis Data Penduduk by Name by Address

BACA JUGA : Aksi Bersihkan Sungai Code, Pemkot Yogyakarta Gandeng TNI dan Komunitas

Salah satu fokus utama adalah rekonstruksi sosial dalam pengelolaan sampah. Menurutnya, perubahan yang diinginkan bukan hanya soal fasilitas, tetapi juga perilaku warga. 

“Kita mulai membagi sarana seperti ember, galon, hingga gerobak. Tiap hari sisa makanan dapur dipilah, lalu diangkut tanpa harus ke depo. Ini bagian dari rekonstruksi sosial, melibatkan masyarakat dan mengubah kebiasaan,” katanya.

Selain pengelolaan sampah, Pemkot Yogyakarta juga menaruh perhatian pada perawatan sungai-sungai utama di Yogyakarta seperti Kali Code, Winongo, dan Gajah Wong. Hasto menilai, sungai-sungai tersebut perlu dirawat layaknya jalan raya.

“Saya menganggap Kali Code dan Winongo itu seperti jalan raya juga. Kalau jalan ada lubang ditempel, sungai pun harus dibersihkan dan diperbaiki,” terangnya.

BACA JUGA : Pemkot Yogyakarta Jangkau 1.169 Lansia Jompo Lewat Program Satu Kampung Satu Bidan

BACA JUGA : HUT ke-269 Kota Yogyakarta, Ini 14 Program Perubahan yang Disiapkan Pemkot

Di sektor tata kota, Pemkot Yogyakarta juga melakukan penataan kawasan sumbu filosofi Malioboro. 

Saat ini, Malioboro sedang diuji coba menjadi kawasan pedestrian penuh selama 24 jam untuk melihat potensi masalah dan menata ulang keteraturan serta ketertiban di kawasan wisata tersebut.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait