Hasto Targetkan Kurangi 50 Ton Sisa Makanan per Hari, Tekan Timbunan Sampah di Depo
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, di Gedung BI Perwakilan DIY, Senin (6/10/2025), menekankan persoalan utama bukan hanya menghabiskan timbunan sampah di depo, tetapi juga mencegah agar sampah baru tidak terus menumpuk.--Foto: Anam AK/diswayjogja.id
YOGYAKARTA, diswayjogja.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta terus mempercepat penanganan masalah sampah, terutama yang menumpuk di depo-depo sampah.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menekankan persoalan utama bukan hanya menghabiskan timbunan sampah di depo, tetapi juga mencegah agar sampah baru tidak terus menumpuk.
“Targetnya kalau menghabiskan sampah di depo itu tidak sulit, yang sulit itu mencegah agar deponya tidak isi lagi,” ujar Hasto saat ditemui di Gedung Bank Indonesia Perwakilan DIY, Senin (6/10/2025).
Menurut Hasto, saat ini Pemkot tengah melakukan percepatan pengangkutan sekitar 3.000 ton sampah dari depo.
BACA JUGA : Warga Yogyakarta Pecahkan Rekor MURI Lewat Aksi Setor Sampah Massal di 397 Titik
BACA JUGA : Darurat Sampah, DLH Yogyakarta Kosongkan Depo dan Tingkatkan Operasi UPS 24 Jam Mulai Hari Ini
Namun, dia menekankan bahwa perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga kebersihan kota.
“Kita terus gerilya ke masyarakat supaya yang tidak perlu dibawa ke depo, jangan dibawa ke depo,” katanya.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pemkot juga mulai fokus menangani sampah sisa makanan (food waste) yang menjadi penyumbang besar volume sampah di Yogyakarta.
Dalam dua hari terakhir, kata Hasto, petugas berhasil mengamankan sekitar 415 ember sisa makanan atau sekitar 10 ton nasi dan sayur sisa dari berbagai titik.
BACA JUGA : Hasto Kumpulkan Jumilah dan Lurah di Balai Kota, Minta Kawal Atasi Pengurangan Sampah
BACA JUGA : Kelurahan Cokrodiningratan Dorong Pengelolaan Sampah Mandiri dengan Incinerator dan Galon Tumpuk
“Target saya bisa mengamankan 50 ton sisa makanan per hari. Karena orang Jogja ini kalau makan, sisa makanannya sehari bisa 50 ton. Makanya kita kampanye ‘habiskan makan, habiskan makan’ itu,” terangnya.
Hasto menambahkan, Indonesia termasuk negara dengan tingkat food waste tertinggi di Asia, dan Yogyakarta tidak luput dari persoalan tersebut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: