Tak Lagi Bergantung Bansos, 306 KPM PKH Yogya Ajukan Graduasi Mandiri
Salah satu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Graduasi Program Keluarga Harapan (PKH) Kota Yogyakarta menerima bantuan modal usaha dari Kemensos.--Dok. Pemkot YK
YOGYAKARTA, diswayjogja.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mengajukan sebanyak 306 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) untuk menjalani graduasi mandiri pada tahun 2025.
Usulan tersebut disampaikan kepada pemerintah pusat sebagai bagian dari upaya mendorong kemandirian ekonomi keluarga penerima bantuan sosial.
Kepala Seksi Jaminan dan Bantuan Sosial Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta, Tri Oktavia Marjani, menjelaskan bahwa graduasi mandiri dilakukan atas kesadaran dan keinginan KPM sendiri.
Meski secara kriteria masih memenuhi syarat sebagai penerima PKH, keluarga tersebut dinilai telah memiliki kondisi ekonomi yang relatif stabil.
BACA JUGA : Suami atau Anak Terlibat Judi Online, Bansos Satu Keluarga di DIY Ikut Dihentikan
BACA JUGA : Sekitar 7.000 Penerima Bansos di DIY Diduga Terlibat Judi Online, Dinsos Lakukan Verifikasi Ulang
“Mandiri itu di dalam keluarganya sudah ada yang bekerja, baik suami maupun istri, penghasilannya lebih stabil. Bantuan PKH yang diterima sebagian ditabung dan dimanfaatkan sebagai modal usaha,” ujar Okta, di Kompleks Balai Kota Yogyakarta, Senin (5/1/2026).
Ia menambahkan, dana bantuan PKH yang ditabung tersebut digunakan KPM untuk mengembangkan usaha kecil. Ketika usaha berkembang dan mampu mencukupi kebutuhan keluarga secara berkelanjutan, KPM kemudian mengajukan diri untuk lulus dari kepesertaan PKH.
“Usahanya maju, berkembang, dan mereka sudah bisa mencukupi kebutuhan keluarga dari hasil usaha itu. Kalau kesadarannya datang dari mereka sendiri, itu justru lebih baik,” katanya.
Selain melalui graduasi mandiri, sebagian KPM juga memperoleh dukungan tambahan dari Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) Kementerian Sosial RI, yang sebelumnya dikenal sebagai Program Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA). Program tersebut memberikan bantuan modal usaha bagi KPM yang dinilai memiliki potensi ekonomi.
BACA JUGA : Kisah Mahasiswa Sumatra di Jogja, Bertahan Hidup dengan Bantuan Setelah Banjir
BACA JUGA : Jogja Dapat 200 Becak Listrik Bantuan Presiden Prabowo, Nilainya Rp22 Juta per Unit
Pada tahun 2025, Kota Yogyakarta didukung oleh 39 pendamping PKH. Setiap pendamping ditargetkan dapat mengusulkan sekitar 10 KPM untuk graduasi mandiri. Namun, tidak seluruh usulan langsung disetujui karena harus melalui proses verifikasi dan asesmen di lapangan.
“Targetnya memang 39 pendamping dikalikan 10 KPM, tetapi realisasinya menunggu laporan dan hasil asesmen. Tidak semua yang diusulkan langsung di-acc,” jelas Okta.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: