Kunjungan Perpustakaan Kota Yogyakarta Naik Signifikan, Indeks Gemar Membaca Capai Target
Seorang pelajar sedang mencari sejumlah koleksi buku Perpustakaan Kota Yogyakarta di Kota Baru.--dok. Pemkot YK
YOGYAKARTA,diswayjogja.id – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Yogyakarta mencatat adanya peningkatan signifikan pada jumlah kunjungan masyarakat ke perpustakaan setelah diberlakukannya perpanjangan jam layanan hingga pukul 20.00 WIB sejak Juni 2025.
Lonjakan tersebut turut mendukung capaian target indeks kegemaran membaca masyarakat di Kota Yogyakarta.
Kepala Bidang Pengelolaan Perpustakaan dan Pengembangan Budaya Gemar Membaca DPK Kota Yogyakarta, Nunun Zulaikha, mengatakan bahwa perpanjangan jam operasional ini merupakan respon atas kebutuhan masyarakat.
“Setelah kami buka layanan sampai malam, jumlah pengunjung meningkat lebih dari seribu orang. Pada Mei 2025, kunjungan tercatat 3.431 orang, sementara pada Juli naik menjadi 6.382 orang,” ujarnya ketika dihubungi, Senin (8/9/2025).
BACA JUGA : Puluhan Anak Ikuti Kegiatan Literasi Sejak Dini di Perpustakaan Anak Yogyakarta
BACA JUGA : Genjot Literasi dengan Resensi Buku, Dinarpusda Gelar Lomba Berbasis Perpustakaan
Menurut Nunun, mayoritas pengunjung yang memanfaatkan fasilitas malam hari berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa.
Mereka banyak menggunakan area co-working space di lantai satu untuk belajar, mengerjakan tugas, atau aktivitas produktif lainnya.
Selain peningkatan kunjungan, DPK Kota Yogyakarta juga berhasil mencapai target Indeks Tingkat Kegemaran Membaca.
Tahun 2024, indeks berada di angka 74,31. Pada 2025, naik menjadi 74,75, melampaui target 74,5.
BACA JUGA : Mahasiswa Telat Kembalikan Buku Perpustakaan, UGM Sebut Denda Rp3,7 Juta
BACA JUGA : Pemkot Tambah Ribuan Buku Baru di Perpustakaan Yogyakarta, Upaya Tarik Minat Baca Masyarakat
“Peningkatan ini tidak lepas dari berbagai kegiatan yang kami lakukan untuk mendorong literasi, seperti pemilihan duta baca pelajar dan duta baca daerah. Mereka diharapkan menjadi role model bagi masyarakat dalam membangun budaya gemar membaca,” terangnya.
Meski demikian, Nunun mengakui masih ada tantangan, salah satunya adalah minimnya pemahaman masyarakat mengenai fungsi perpustakaan sebagai pusat literasi dan sumber informasi yang valid di tengah gempuran arus informasi digital.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: