BPPTKG Ungkap Aktivitas Merapi Sepekan, 5 Awan Panas dan 38 Guguran Lava

Sabtu 03-10-2026,17:48 WIB
Reporter : Anam AK
Editor : Syamsul Falaq

BPPTKG mencatat intensitas kegempaan pada periode tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan dengan minggu sebelumnya.

Sementara itu, pemantauan deformasi Gunung Merapi menggunakan EDM dan GPS tidak menunjukkan perubahan yang signifikan selama periode pengamatan.

BACA JUGA : Kubah Lava Merapi Bertambah 10.300 Meter Kubik, Suplai Magma Masih Berlangsung

BACA JUGA : Risiko Merapi dan Megathrust Tinggi, Anggaran Bencana DIY Rp18,3 Miliar Dipertanyakan

“Untuk aktivitas hujan dan lahar, hujan dengan intensitas tertinggi tercatat pada 30 September 2026 di Pos Babadan. Curah hujan mencapai 46,96 milimeter per jam selama 92 menit,” jelasnya.

BPPTKG menyebut tidak dilaporkan adanya penambahan aliran maupun lahar di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi. BPPTKG menetapkan sejumlah wilayah sebagai daerah yang memiliki potensi bahaya guguran lava dan awan panas.

Pada sektor selatan-barat daya, potensi bahaya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer.

Sementara pada sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol sejauh 5 kilometer.  Jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

BPPTKG merekomendasikan Pemerintah Kabupaten Sleman, Magelang, Boyolali dan Klaten meningkatkan upaya mitigasi, termasuk meningkatkan kapasitas masyarakat serta menyiapkan sarana dan prasarana evakuasi.

“Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya,” imbuhya.

Masyarakat juga diminta mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran, terutama saat terjadi hujan di sekitar Gunung Merapi, serta mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi.

Kategori :