“Intinya kekuasaan korup itu hanya menginginkan rakyat bodoh dan rakyat penurut. Itu kuncinya. Sehingga mereka melindas selamanya,” katanya.
BACA JUGA : Buruh DIY Desak Sanksi Tegas atas Upah Tak Dibayar dan Pelanggaran THR-BPJS
BACA JUGA : Mogok Buruh PT Taru Martani Berakhir, Pekerja Menang Setelah Kesepakatan Bersama
Giyanto kemudian menegaskan kritiknya terhadap sistem kapitalisme yang menurutnya dapat mendorong lahirnya praktik korupsi dan tidak akan membawa kemajuan bagi bangsa.
“Artinya program MBG adalah program korupsi dan tidak akan membangun bangsa ini. Hanya akan merusak bangsa ini,” ujarnya.
Giyanto kembali menegaskan kemarahan kalangan buruh karena menilai kelompok buruh dan anak-anak mereka justru menjadi pihak yang banyak menjadi korban dalam persoalan MBG.
“Kami buruh sangat marah karena kebetulan kami yang paling terbanyak, yang paling korban adalah kelas buruh dan kaum buruh, jangan pakai alasan melindungi kami” pungkasnya.