Guguran Merapi 13 Kali Terjadi dalam Enam Jam, Titik Api Lereng Merapi Sudah Tidak Terlihat

Senin 07-09-2026,10:37 WIB
Reporter : Dhani Irawan
Editor : Syamsul Falaq

SLEMAN, diswayjogja.id – Aktivitas Gunung Merapi masih menunjukkan dinamika yang perlu diwaspadai. Dalam periode pengamatan Senin (7/9/2026) pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat 13 kali gempa guguran di Gunung Merapi.

Sementara itu, berdasarkan pantauan Disway Jogja pada Minggu sore (6/9/2026) dari kawasan Kaliurang dan gardu pandang Merapi di sisi arah Kali Boyong, kawasan lereng selatan Merapi sempat diguyur gerimis dengan intensitas rendah dan durasi singkat. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena hujan di sekitar Merapi dapat memicu potensi lahar maupun awanpanas guguran yang terbawa aliran sungai. Titik api yang sempat terlihat sehari sebelumnya saat ini sudah tidak terlihat.

Guguran yang tercatat dalam pemantauan BPPTKG memiliki amplitudo 2-7 milimeter dengan durasi antara 37,67 hingga 151,08 detik.

Selain gempa guguran, pemantauan juga mencatat 19 kali gempa  dengan amplitudo 2-36 milimeter, dan durasi 14,13-60,73 detik.

BACA JUGA : Gunung Merapi Erupsi Guguran Pagi Ini, Awan Panas Meluncur 2 Km ke Arah Barat Daya

BACA JUGA : Merapi Kembali Erupsi Guguran, Awan Panas Meluncur 2 Kilometer Selasa Pagi

Data pemantauan tersebut menunjukkan aktivitas vulkanik Merapi masih berlangsung. BPPTKG menyebut suplai magma masih terjadi dan dapat memicu awanpanas guguran di wilayah yang masuk zona potensi bahaya.

“Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya,” demikian keterangan petugas BPPTKG dalam laporan pengamatan Gunung Merapi.

Pada periode pengamatan, cuaca di kawasan Merapi terpantau mendung. Angin bertiup lemah ke arah utara dan barat. Suhu udara berkisar 15-17,9 derajat Celsius, sedangkan kelembapan udara mencapai 97,9-98,9 persen.

Secara visual, Gunung Merapi tertutup kabut dengan tingkat 0 hingga III. Sementara itu, asap kawah tidak teramati.

BACA JUGA : Merapi Erupsi Lagi, Awan Panas Guguran Mengarah ke Hulu Kali Sat/Putih Jumat Pagi

BACA JUGA :  Merapi Erupsi Efusif, BPPTKG Catat 3 Awan Panas Guguran Sepekan

Saat ini Gunung Merapi masih berstatus Level III atau Siaga.

Potensi bahaya berupa guguran lava dan awanpanas berada di sektor selatan-barat daya, meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal lima kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak dan Bebeng sejauh maksimal tujuh kilometer.

Sementara di sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro sejauh maksimal tiga kilometer dan Sungai Gendol sejauh maksimal lima kilometer.

Kategori :