SLEMAN, diswayjogja.id — Siapa sangka gerobak sapi yang dulu lekat dengan aktivitas pertanian kini justru ikut menikmati geliat pariwisata. Di tengah menjamurnya desa wisata dan restoran yang menawarkan pengalaman bernuansa tradisional, gerobak sapi kembali menemukan panggungnya.
Bukan sekadar menjadi kendaraan tradisional, gerobak sapi kini menjadi bagian dari atraksi wisata. Dampaknya pun langsung dirasakan para kusir. Order berdatangan dari pengelola desa wisata hingga restoran yang ingin memberikan pengalaman berbeda kepada para pengunjung.
Salah satunya dirasakan Waldiono, kusir gerobak sapi asal Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman. Kepada Disway Jogja, Sabtu (5/9/2026), Waldiono mengatakan permintaan jasanya belakangan meningkat cukup signifikan.
Bahkan, dalam sehari ia mengaku bisa menerima hingga 20 pesanan gerobak sapi.
BACA JUGA : Warga Disuguhi 70 Gerobak Angkringan, Silaturahmi Lebaran di Kepatihan Lebih Sederhana
BACA JUGA : Bangkit Bersama KUR BRI, Gerobak Bakso Jadi Lentera Harapan Yudi
“Sekarang banyak order dari desa wisata maupun resto. Sehari bisa sampai 20 pesanan,” kata Waldiono.
Menurut Waldiono, kondisi tersebut membuat gerobak sapi tidak lagi sekadar menjadi bagian dari masa lalu. Keberadaannya justru memberikan peluang ekonomi baru bagi para kusir.
Bagi Waldiono, mengoperasikan gerobak sapi kini menjadi salah satu sumber penghasilan utama. Profesi tersebut bahkan mampu menggantikan penghasilan yang sebelumnya diperoleh dari aktivitas pertanian, termasuk jasa sewa bajak sawah.
Perubahan fungsi itu sekaligus menunjukkan bahwa tradisi lama masih bisa bertahan ketika mampu menemukan ruang baru di tengah perkembangan zaman.
BACA JUGA : Rekomendasi Mie Ayam Gerobak Legendaris Harga Kaki Lima di Pusat Jakarta
BACA JUGA : Menguak Pesona Agrowisata Destinasi Favorit Wisata Edukasi dan Alam di Salatiga
“Sekarang gerobak sapi juga menjadi sumber penghasilan. Tidak hanya untuk pertanian, tetapi sudah banyak digunakan untuk wisata,” ujarnya.
Sapi Putih Ikut Terdongkrak
Geliat gerobak sapi ternyata tidak berhenti pada penghasilan kusir. Meningkatnya permintaan juga ikut mendongkrak nilai ekonomi sapi putih atau sapi PO yang menjadi tenaga penarik gerobak.