Polda DIY Respons Protes SEMA UGM soal Mylanta dan Pepper Spray

Polda DIY Respons Protes SEMA UGM soal Mylanta dan Pepper Spray

Polda DIY merespons bantahan SEMA UGM terkait unggahan “Fakta di Lapangan” pasca kericuhan Simpang Gramedia. Polisi menegaskan sejak awal menggunakan diksi “diduga” soal isi tabung oranye dan menyebut tujuh personel sempat mengalami iritasi.--FOTO: Anam AK/diswayjogja.id

YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Polda DIY memberikan tanggapan atas bantahan Serikat Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (SEMA UGM) terkait unggahan Instagram bertajuk “Fakta di Lapangan” yang dipublikasikan setelah kericuhan aksi Aliansi Masyarakat Sipil di Simpang Gramedia, Yogyakarta, pada Selasa, 1 September 2026.

Sebelumnya, SEMA UGM menyatakan tabung berwarna oranye yang dalam unggahan tersebut dikaitkan dengan dugaan cairan merica sebenarnya merupakan obat maag Mylanta milik tim medis peserta aksi.

Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan mengatakan kepolisian menghormati berbagai klarifikasi yang disampaikan mahasiswa. Ia menegaskan, sejak awal polisi tidak pernah memastikan isi tabung tersebut sebagai cairan merica.

“Kami sangat menghormati dan menampung klarifikasi informasi dari rekan-rekan mahasiswa,” kata Ihsan dalam keterangannya, Sabtu (5/9/2026).

BACA JUGA : Mahasiswa UGM Beri Ultimatum 2x24 Jam ke Kapolda DIY, Tuntut Klarifikasi Narasi Pepper Spray

BACA JUGA : UGM Siapkan Langkah Hukum Usai 6 Mahasiswa Jadi Korban Ricuh Simpang Gramedia

Menurut Ihsan, penggunaan kata “diduga” dalam narasi resmi dilakukan karena tabung tersebut tidak sempat diamankan sebagai barang bukti akibat situasi di lapangan yang dinamis.

“Perlu kami sampaikan terkait isi tabung, karena pada saat aksi belum sempat diamankan oleh petugas akibat situasi di lapangan yang sangat dinamis, maka sejak awal narasi resmi kami menggunakan diksi diduga demi mengedepankan asas praduga tak bersalah,” jelasnya.

Terlepas dari polemik mengenai isi tabung tersebut, Polda DIY menyatakan fokus utamanya berada pada dampak yang dialami personel saat bertugas mengamankan situasi.

Ihsan menyebut terdapat tujuh personel yang mengalami sesak napas dan iritasi ketika meredam keributan di lokasi.

BACA JUGA : 6 Mahasiswa Sempat Dirawat, UGM Desak Jogja Tanpa Kekerasan Usai Ricuh Simpang Gramedia

BACA JUGA : Jaga Warga Diminta Tetap Aktif Cegah Provokasi Pasca Ricuh Aksi Gramedia, Satpol PP DIY: Fokus Jaga Lingkungan

“Fokus utama kami adalah fakta klinis adanya 7 personel pelayanan yang nyata mengalami sesak napas serta iritasi saat meredam keributan,” tuturnya.

Ia juga memastikan seluruh korban, baik dari kalangan mahasiswa maupun petugas kepolisian, telah mendapatkan penanganan medis dan kini kondisinya telah pulih.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait