Panik di Simpang Gramedia Jogja, Massa Berhamburan ke Utara Sambil Saling Berteriak

Rabu 02-09-2026,07:29 WIB
Reporter : Anam AK
Editor : Wawan Setiawan

Perwakilan massa dari UPN Veteran Yogyakarta, Risyad, menyebut mereka memandang sejumlah kebijakan pemerintah sebagai bentuk "kolonialisme baru".

"Kalau berbicara menghentikan kolonialisme di Indonesia, itu hari ini berbicara bagaimana pemerintah mengatur tata kelola penanganan bencana, kemudian mengekstrak sumber daya alam di Indonesia secara serampangan," ujarnya.

BACA JUGA:Aliansi UMY Bergerak dan BEM Nusantara DIY Demo di Titik Nol Jogja, Desak Prabowo-Gibran Bertanggung Jawab

BACA JUGA:BBM Naik dan Demo Merebak di DIY, Ini Pesan Sri Sultan HB X untuk Masyarakat

Mesa juga menyoroti alokasi anggaran negara yang menurutnya lebih banyak diarahkan pada program prioritas tertentu dibanding pendidikan maupun kebencanaan.

"Kita saat ini juga masih dijajah oleh anggaran RAPBN, di mana MBG masih mendominasi anggaran pendidikan, sementara anggaran kebencanaan masih minim," bebernya.

Menurut Mesa, berbagai persoalan yang mereka angkat sebenarnya sangat banyak, namun dalam aksi kali ini disederhanakan menjadi satu tuntutan utama.

"Alih-alih kita punya banyak tuntutan mungkin bisa sampai 200 tuntutan, lebih baik disederhanakan ke akar permasalahannya yaitu satu: rezim hari ini," tegasnya.

Sementara itu, pantauan Disway Jogja, aparat kepolisian tetap berjaga di sekitar lokasi untuk mengamankan jalannya aksi serta mengatur arus lalu lintas yang dialihkan dari kawasan Simpang Gramedia menuju jalur alternatif.

Kategori :