Momen Mencekam di Simpang Gramedia Jogja: Kericuhan Pecah saat Aksi Dibubarkan Polisi

Momen Mencekam di Simpang Gramedia Jogja: Kericuhan Pecah saat Aksi Dibubarkan Polisi

Pembubaran aksi Aliansi Masyarakat Sipil di Simpang Gramedia Yogyakarta berlangsung ricuh, Selasa (1/9/2026) malam. Polisi meminta warga mundur dan mengawal kepulangan massa hingga lalu lintas kembali normal.--FOTO: Anam AK/diswayjogja.id

YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Pembubaran aksi ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sipil di Simpang Empat Jalan Jenderal Sudirman atau Simpang Gramedia, Kota Yogyakarta, Selasa (1/9/2026) malam, berakhir ricuh. 

Ketegangan terjadi saat massa masih bertahan di lokasi dan berkerumun dengan sejumlah warga di sekitar kawasan aksi.

Polisi kemudian mengambil langkah pengamanan, meminta warga yang bukan anggota kepolisian mundur dari lokasi, serta berupaya mengawal kepulangan massa. 

Situasi baru benar-benar berangsur normal setelah massa membubarkan diri sekitar pukul 21.58 WIB dan seluruh jalur lalu lintas dibuka kembali sekitar pukul 22.20 WIB.

BACA JUGA:Ratusan Massa Aliansi Masyarakat Sipil Blokade Simpang Gramedia Jogja hingga Malam, Ini Tuntutannya

BACA JUGA:Ratusan Massa Nyalakan Lilin di Bundaran UGM, Aksi 'Agustus Gelap' Kenang Korban Ketidakadilan

Aksi yang berlangsung sejak pukul 16.20 WIB awalnya diisi orasi mengenai anggaran pendidikan, penanganan bencana, hingga kritik terhadap berbagai kebijakan pemerintah. Memasuki malam, proses pembubaran berlangsung alot.

Sekitar pukul 20.28 WIB, sekelompok orang datang dari arah selatan menuju barisan polisi. Beberapa menit kemudian, pukul 20.36 WIB, terlihat warga berpakaian preman berinteraksi dan berdiskusi dengan massa. Hingga pukul 20.52 WIB, kedua kelompok masih berkerumun di sekitar lokasi.

Situasi kembali memanas sekitar pukul 21.01 WIB ketika terjadi aksi saling dorong. Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah warga mendorong massa ke arah utara, sementara diskusi di lokasi masih berlangsung. Sekitar pukul 21.32 WIB, massa masih berkumpul di depan kawasan monumen.

Dalam proses pembubaran, salah seorang peserta aksi meminta agar tuntutan massa dibacakan terlebih dahulu sebagai syarat membubarkan diri. Namun permintaan tersebut tidak dilakukan.

Di sisi lain, salah satu warga yang berada di lokasi tetap menginginkan mahasiswa membubarkan diri secara damai.

BACA JUGA:Ratusan Massa Gelar Aksi Agustus Gelap di UGM, Soroti Perlindungan Pekerja Migran hingga Demokrasi

BACA JUGA:Aksi Mahasiswa Yogyakarta 27 Agustus, Forum BEM DIY Bawa 10 Tuntutan ke DPRD DIY

Di tengah situasi tersebut, Kabag Ops Polresta Yogyakarta, Kompol Sumalugi, menyampaikan imbauan melalui pengeras suara agar warga yang bukan anggota kepolisian menjauh dari lokasi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: