"Aktivitas yang tinggi harus diimbangi recovery atau pemulihan yang baik. Fondasinya tentu istirahat yang cukup, nutrisi yang tepat, terhidrasi dengan baik, dan menghindari kebiasaan yang tidak sehat," jelasnya.
Dia juga membenarkan anggapan bahwa makanan berminyak dan terlalu manis dapat mengiritasi saluran napas maupun saluran pencernaan.
BACA JUGA:Peduli Gempa NTT, Pemda DIY Salurkan Rp1 Miliar dan Bantuan Kesehatan Rp38 Juta
BACA JUGA:500 Ibu Hamil Jalani Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Dapat Bonus Bingkisan RSUD Brebes
"Minyak dan makanan yang terlalu manis memang bisa menyebabkan iritasi saluran napas dan saluran pencernaan," tegasnya.
Menurut dr. Ikhwan, aktivitas fisik yang dilakukan secara konsisten telah terbukti mampu menurunkan risiko berbagai penyakit tidak menular, seperti penyakit jantung, obesitas, stroke, hingga hipertensi.
Salah satu indikator kebugaran yang dipengaruhi latihan aerobik adalah VO₂max, yakni kemampuan maksimal tubuh menggunakan oksigen saat beraktivitas.
"VO₂max menggambarkan seberapa baik tubuh menggunakan oksigen saat bekerja. Yang terpenting bukan hanya bergerak beberapa menit, tetapi bagaimana aktivitas itu berkembang menjadi kebiasaan aktif," paparnya.
Semangat hidup aktif itu menjadi dasar penyelenggaraan POTEK Dance Fest 2026 melalui gerakan #DanceOnCoughOff.
BACA JUGA:Dinkes DIY Sesalkan Komentar Nirempati Nakes, Pastikan Pelayanan Kesehatan DIY Tetap Profesional
BACA JUGA:Profesor UGM Ramai-Ramai Melukis di RSA, Seni Disebut Bisa Tingkatkan Imunitas dan Kesehatan Mental
Group Head of Marketing & Media Activation Kalbe Consumer Health, Arwin Nugraha Hutasoit, mengatakan kompetisi tersebut ingin mengajak anak muda membangun kebiasaan bergerak melalui aktivitas yang mereka sukai.
"Kami menemukan begitu banyak kreativitas, energi, dan keberanian anak muda dari berbagai daerah. Grand Final di Yogyakarta menjadi perayaan atas perjalanan mereka," tuturnya.
Sebanyak tujuh tim terbaik dari berbagai wilayah Indonesia akan tampil pada Grand Final di kawasan Prambanan pada 30 Agustus 2026. --FOTO: Anam AK/diswayjogja.id
Sebanyak tujuh tim terbaik dari berbagai wilayah Indonesia akan tampil pada Grand Final di kawasan Prambanan pada 30 Agustus 2026. Mereka akan memperebutkan hadiah utama Rp50 juta serta kesempatan berangkat ke Jepang.
International Judge asal Jepang, Ibuki, mengaku terkesan dengan karakter dancer Indonesia yang dinilainya penuh energi dan terus ingin berkembang.