Merapi Muntahkan Awan Panas 2 Km, BPPTKG Deteksi Aktivitas Jumat Malam

Merapi Muntahkan Awan Panas 2 Km, BPPTKG Deteksi Aktivitas Jumat Malam

Gunung Merapi meluncurkan awan panas guguran sejauh 2.000 meter ke arah Kali Sat/Putih pada Jumat (28/8/2026) malam. BPPTKG mencatat 103 guguran dalam sehari dan mengimbau warga menjauhi kawasan bahaya karena status Merapi masih Level III (Siaga).--dok. Induk Frekom 86

YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Gunung Merapi kembali meluncurkan awan panas guguran sejauh 2.000 meter ke arah barat daya atau hulu Kali Sat/Putih pada Jumat (28/8/2026) malam. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mengimbau masyarakat menjauhi kawasan bahaya dan tetap mematuhi rekomendasi resmi karena status Merapi masih berada pada Level III (Siaga).

Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, menjelaskan awan panas guguran terjadi pada pukul 21.22 WIB dengan amplitudo maksimum 87,74 milimeter dan durasi 116,97 detik.

"Terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi pada pukul 21.22 WIB dengan estimasi jarak luncur 2.000 meter mengarah ke barat daya (hulu Kali Sat/Putih)," ujar Agus melalui keterangan tertulis.

Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Merapi periode pengamatan pukul 00.00-24.00 WIB, BPPTKG mencatat satu kali awan panas guguran, 103 kali guguran, serta 54 kali gempa hybrid atau fase banyak.

BACA JUGA:Merapi Dua Hari Berturut-turut Keluarkan Awan Panas Guguran, Status Masih Siaga

BACA JUGA:Merapi Kembali Erupsi Guguran, Awan Panas Meluncur 2 Kilometer Selasa Pagi

Selain itu, petugas juga mengamati 32 kali guguran lava ke arah barat daya melalui Kali Sat/Putih, Kali Bebeng, Kali Krasak, dan Kali Boyong dengan jarak luncur maksimum mencapai 2.000 meter.

Secara visual, kondisi gunung terpantau jelas dengan asap kawah putih tipis setinggi sekitar 25 meter di atas puncak.

BPPTKG menyatakan data pemantauan menunjukkan suplai magma ke Gunung Merapi masih berlangsung sehingga potensi awan panas guguran tetap ada di dalam kawasan bahaya.

"Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya," jelas Agus.

BACA JUGA:Gunung Merapi Erupsi Guguran Pagi Ini, Awan Panas Meluncur 2 Km ke Arah Barat Daya

BACA JUGA:Aktivitas Merapi Meningkat, Awan Panas Guguran Terekam 148 Detik

Dengan status aktivitas masih berada pada Level III (Siaga), BPPTKG mengingatkan masyarakat agar tidak beraktivitas di kawasan rawan bencana.

Potensi bahaya saat ini meliputi sektor selatan-barat daya melalui Sungai Boyong hingga lima kilometer, Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga tujuh kilometer, serta sektor tenggara melalui Sungai Woro sejauh tiga kilometer dan Sungai Gendol hingga lima kilometer.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait