Kini, ketika air Selokan Mataram terus mengalir membelah Yogyakarta dari barat ke timur, saluran itu sejatinya membawa lebih dari sekadar air. Ia membawa kisah tentang kecerdikan seorang pemimpin yang mampu berpikir politis dan teknis dalam waktu yang bersamaan. Sebuah mahakarya yang tidak hanya mengairi sawah, tetapi juga menjadi saksi bagaimana kecerdasan diplomasi dapat menyelamatkan rakyat pada masa yang penuh ancaman.
Selokan Mataram pada akhirnya bukan hanya saluran irigasi. Ia adalah monumen hidup tentang keberanian, kecerdasan, dan keberpihakan Sri Sultan Hamengku Buwono IX kepada rakyat Yogyakarta.