“BPPTKG mengingatkan bahwa suplai magma masih berlangsung sehingga berpotensi memicu awan panas guguran di dalam kawasan bahaya yang telah ditetapkan,” jelasnya.
BACA JUGA : Pendakian Ilegal Gunung Merapi Marak, Balai TNGM Catat 60 Pendaki Terjaring
BACA JUGA : BPPTKG Catat Awan Panas Guguran 2 Kilometer Gunung Merapi Kamis Dini Hari
Selain menjauhi zona rawan, masyarakat diminta mewaspadai potensi lahar dan awan panas guguran saat terjadi hujan di sekitar Gunung Merapi, serta mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik jika terjadi erupsi.
"Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya," tandasnya.