Awan Panas Guguran Gunung Merapi Terjadi Jumat Sore, Sungai Berhulu Merapi Diminta Diwaspadai

Awan Panas Guguran Gunung Merapi Terjadi Jumat Sore, Sungai Berhulu Merapi Diminta Diwaspadai

Gunung Merapi terlihat berkabut, saat mengalami awan panas guguran pada Jumat (29/5/2026) sore. BPPTKG menyebut aktivitas Merapi masih tinggi dan meminta masyarakat menjauhi zona bahaya.--dok. BPPTKG

YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Gunung Merapi kembali mengalami awan panas guguran (APG) pada Jumat (29/5/2026) sore. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) meminta masyarakat menjauhi kawasan bahaya dan alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi.

Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, mengungkapkan awan panas guguran terjadi pada pukul 15.03 WIB dengan amplitudo maksimum 72,14 mm dan durasi 101,12 detik.

“Terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi Jumat, 29 Mei 2026 pukul 15.03 WIB dengan amplitudo maksimum 72,14 mm dan durasi 101,12 detik,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (29/5/2026).

BPPTKG mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di daerah potensi bahaya dan meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman erupsi Merapi yang masih berstatus Siaga.

BACA JUGA : Merapi Keluarkan APG Usai Hujan Deras, BPPTKG Keluarkan Peringatan Bahaya Lahar

BACA JUGA : Meski Merapi Siaga, Wisata Alam TNGM Tetap Ramai Dikunjungi Ribuan Wisatawan

“Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya dan alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi serta mematuhi rekomendasi resmi,” katanya.

Dalam laporan aktivitas Gunung Merapi periode 22–28 Mei 2026, BPPTKG menyebut aktivitas vulkanik Merapi masih tergolong tinggi dengan aktivitas erupsi efusif yang terus berlangsung.

“Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya,” jelas Agus.

BPPTKG menyebut potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas di sektor selatan hingga barat daya meliputi Sungai Boyong maksimal 5 kilometer, Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng maksimal 7 kilometer.

BACA JUGA : Gunung Merapi Erupsi Lagi Malam Senin, Awan Panas Guguran Meluncur 2 Km ke Barat

BACA JUGA : Awan Panas Guguran Gunung Merapi Terjadi Sore Ini, Ini Penjelasan BPPTKG

Sementara di sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro sejauh 3 kilometer dan Sungai Gendol sejauh 5 kilometer.

“Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak,” bebernya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: