YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Gunung Merapi kembali mengalami awan panas guguran (APG) pada Jumat (5/6/2026) sore. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mengimbau masyarakat untuk tetap menjauhi kawasan rawan bencana serta alur sungai yang berhulu di puncak Merapi.
Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, mengatakan awan panas guguran terjadi pada pukul 15.24 WIB dengan durasi lebih dari dua menit. Kondisi visual saat kejadian tidak dapat diamati secara jelas karena cuaca berkabut.
"Terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi pada Jumat, 5 Juni 2026 pukul 15.24 WIB dengan amplitudo maksimum 49,54 mm dan durasi 132,71 detik. Visual berkabut," ujar Agus dalam keterangan tertulis.
Dia mengungkapkan masyarakat diminta mematuhi seluruh rekomendasi yang telah dikeluarkan oleh Badan Geologi dan BPPTKG.
BACA JUGA : Awan Panas Guguran Meluncur 1 Kilometer dari Puncak Merapi Minggu Malam, Status Masih Siaga
BACA JUGA : Awan Panas Guguran Gunung Merapi Terjadi Jumat Sore, Sungai Berhulu Merapi Diminta Diwaspadai
"Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya dan alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi serta mematuhi rekomendasi resmi," katanya.
Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Merapi periode pengamatan pukul 06.00–12.00 WIB, aktivitas kegempaan masih cukup tinggi. Tercatat 29 kali gempa guguran dengan amplitudo 2-13 mm dan durasi 29,68 hingga 163,81 detik.
Selain itu, BPPTKG juga mencatat 10 kali gempa hybrid atau fase banyak, tiga kali gempa vulkanik dangkal, serta satu kali gempa tektonik jauh.
Dari hasil pengamatan visual, gunung tertutup kabut dengan tingkat pengamatan 0 hingga III dan tidak teramati adanya asap kawah.
BACA JUGA : Merapi Keluarkan APG Usai Hujan Deras, BPPTKG Keluarkan Peringatan Bahaya Lahar
BACA JUGA : Meski Merapi Siaga, Wisata Alam TNGM Tetap Ramai Dikunjungi Ribuan Wisatawan
Selama periode pengamatan tersebut, petugas juga mencatat tiga kali guguran lava ke arah barat daya melalui Kali Sat dan Kali Putih dengan jarak luncur maksimum mencapai 2.000 meter. Meski aktivitas masih fluktuatif, status Gunung Merapi hingga saat ini tetap berada pada Level III (Siaga).
BPPTKG menjelaskan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya yang meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer.
Sementara itu, sektor tenggara meliputi Sungai Woro dengan potensi bahaya hingga 3 kilometer dan Sungai Gendol sejauh 5 kilometer dari puncak.