Mahasiswa Temukan Popok hingga Styrofoam di Sungai Code, Pemkot Jogja Siapkan Rencana Temporary Barrier
Ratusan mahasiswa menemukan popok, styrofoam, serta sampah plastik saat aksi bersih-bersih Sungai Code, Jumat (24/7/2026). Pemkot Yogyakarta menyiapkan pembangunan temporary barrier untuk mendukung penataan kawasan dan pengembangan wisata sungai.--dok. Pemkot Jogja
YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Ratusan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) menemukan berbagai jenis sampah, mulai dari popok sekali pakai, styrofoam, plastik hingga kemasan makanan saat mengikuti aksi bersih-bersih Sungai Code di kawasan Taman Perwira, Prawirodirjan, Jumat (24/7/2026).
Kegiatan yang diikuti lebih dari 600 mahasiswa tersebut menjadi bagian dari pembekalan sebelum mereka diterjunkan ke lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Salah seorang mahasiswa UST Program Studi Psikologi, Nara, mengaku baru menyadari banyaknya sampah yang masih mencemari Sungai Code setelah turun langsung ke lapangan.
"Biasanya kegiatan hanya di kampus, tahun ini kami benar-benar turun ke masyarakat dan membersihkan sungai. Jadi kami lebih sadar ternyata sampah di sungai masih banyak," ujarnya.
BACA JUGA : Buang Sampah ke Sungai di Kota Yogyakarta Akan Ditindak Setelah Jalur Patroli Rampung
BACA JUGA : Pengelolaan Sampah dari Rumah Tangga di Kota Yogyakarta Melonjak, Tembus 47,68 Ton per Hari
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa menemukan sampah plastik, styrofoam, popok sekali pakai hingga kemasan makanan yang terbawa arus sungai.
"Yang paling banyak itu plastik dan styrofoam. Kalau terus dibuang ke sungai tentu bisa menyebabkan banjir saat musim hujan, air menjadi kotor, ekosistem terganggu, dan ikan-ikan di sungai juga ikut tercemar," katanya.
Sementara itu, Rektor UST Yogyakarta Prof. Pardimin menjelaskan kegiatan bersih-bersih Sungai Code menjadi pembuka rangkaian Bakti Kampus sebelum 716 mahasiswa diterjunkan ke berbagai lokasi KKN.
"Beberapa kelompok juga akan melaksanakan pengabdian di wilayah Kota Yogyakarta, sehingga mahasiswa diajak terlebih dahulu menyelesaikan persoalan lingkungan yang berada di sekitar mereka," jelasnya.
BACA JUGA : Temukan Banyak Sampah Nyangkut di Sungai Gajahwong, Wali Kota Hasto Minta Warga Stop Buang Sampah ke Sungai
BACA JUGA : Mulai Penataan Kabel Udara, Kota Jogja Ingin Bebas Sampah Visual
Sementara itu, Pemerintah Kota Yogyakarta juga mengungkapkan rencana penataan kawasan Sungai Code melalui pembangunan temporary barrier atau bendungan sementara untuk mendukung kawasan wisata sungai.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan, aksi bersih-bersih sungai bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi juga menjadi sarana membangun kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan sebelum terjun mengabdi di masyarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
