YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Tidak banyak tokoh yang mampu diterima sekaligus oleh kalangan Islam yang konservatif dan kelompok nasionalis. Almarhum Ustadz Jazir ASP adalah salah satunya. Semasa hidupnya selain sebagai da’i, dia juga menjabat sebagai Tim Ahli di Pusat Studi Pancasila (PSP) Universitas Gadjah Mada (UGM)
Pembina Masjid Jogokariyan Yogyakarta itu dikenal sebagai pendakwah yang teguh memegang ajaran Islam, tetapi pada saat yang sama juga aktif mengkaji dan menjelaskan Pancasila sebagai bagian dari kehidupan berbangsa. Di tengah masih adanya pihak yang gemar mempertentangkan Islam dan Pancasila, Jazir menunjukkan bahwa keduanya tidak harus saling berhadapan. Sikap itu menjadi menarik karena lahir dari sosok yang selama ini dikenal memiliki pemahaman Islam yang kuat dan tegas. Jazir tidak mengurangi keyakinan keislamannya demi menerima Pancasila. Sebaliknya, ia justru meyakini bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dapat menjadi titik temu untuk menjaga persatuan bangsa yang majemuk. Pandangan seperti ini tidak muncul tanpa latar belakang sejarah. Sejak awal kemerdekaan, hubungan Islam dan Pancasila beberapa kali mengalami dinamika. Perdebatan mengenai dasar negara mengemuka dalam sidang Konstituante pada era 1950-an. BACA JUGA : Di Detik Akhir, Ustaz Jazir ASP Masih Bicara Amal dan Perjuangan BACA JUGA : Ustaz Muhammad Jazir ASP Wafat, Muhammadiyah Kehilangan Arsitek Perjuangan Masjid Jogokariyan Ketegangan juga muncul ketika pemerintah Orde Baru menerapkan kebijakan asas tunggal Pancasila pada dekade 1980-an. Sebagian kelompok Islam saat itu khawatir Pancasila akan ditempatkan sebagai ideologi yang menggeser peran agama dalam kehidupan berbangsa. Namun seiring waktu, mayoritas umat Islam Indonesia menerima Pancasila sebagai konsensus nasional yang tidak bertentangan dengan ajaran agama. Pancasila dipahami sebagai fondasi kehidupan bernegara, sementara Islam tetap menjadi pedoman akidah dan ibadah umat muslim. Pemahaman itulah yang tercermin dalam perjalanan dakwah Jazir ASP. Meski dikenal memiliki karakter dakwah yang tegas dan berpegang kuat pada Al-Qur'an dan Sunnah, ia tidak melihat Pancasila sebagai lawan Islam. Baginya, keduanya berada pada ranah yang berbeda namun saling menguatkan. Islam menjadi sumber nilai, sedangkan Pancasila menjadi titik temu seluruh elemen bangsa. Cara pandang itu tidak hanya disampaikan dalam ceramah atau diskusi. Jazir membuktikannya melalui praktik nyata di Masjid Jogokariyan. Di bawah pembinaannya, masjid berkembang menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, pelayanan sosial, pendidikan, hingga penguatan ekonomi warga. Nilai-nilai Islam diterapkan secara nyata untuk menjawab kebutuhan masyarakat tanpa membedakan latar belakang. BACA JUGA : Menilik Pesona Masjid Jogokariyan, Berikut ini Akomodasi bagi Wisatawan Religi di Jogja BACA JUGA : Rekomendasi Akomodasi Strategis! Yuk Bedah Keajaiban Masjid Jogokariyan Berikut Ini Melalui berbagai program tersebut, Jazir menunjukkan bahwa dakwah tidak harus diwujudkan dalam bentuk perdebatan ideologis. Dakwah bisa hadir dalam bentuk pelayanan, kepedulian, dan pemberian manfaat bagi sesama. Semangat itu sekaligus menjadi wujud nyata nilai kemanusiaan, persatuan, dan keadilan sosial yang juga terkandung dalam Pancasila. Di tengah menguatnya polarisasi dan mudahnya masyarakat terjebak dalam narasi yang saling membenturkan identitas, warisan pemikiran Jazir ASP terasa semakin relevan. Ia membuktikan bahwa menjadi muslim yang taat tidak menghalangi seseorang untuk mencintai Indonesia. Sebaliknya, kecintaan kepada agama dapat menjadi kekuatan untuk merawat bangsa. Dari Jogokariyan, Jazir ASP telah meninggalkan satu pelajaran penting: Islam dan Pancasila tidak perlu dipertentangkan. Keduanya dapat berjalan berdampingan sebagai fondasi moral dan kebangsaan untuk membangun Indonesia yang lebih kuat dan harmonis.Dari Jogokariyan, Jazir ASP Merawat Jembatan Islam dan Pancasila
Senin 01-06-2026,17:31 WIB
Reporter : Dhani Irawan
Editor : Dhani Irawan
Kategori :
Terkait
Sabtu 29-08-2026,07:29 WIB
Ratusan Massa Nyalakan Lilin di Bundaran UGM, Aksi 'Agustus Gelap' Kenang Korban Ketidakadilan
Jumat 28-08-2026,20:14 WIB
Ratusan Massa Gelar Aksi Agustus Gelap di UGM, Soroti Perlindungan Pekerja Migran hingga Demokrasi
Selasa 18-08-2026,07:20 WIB
Ratusan Mahasiswa Gelar Aksi “81 Tahun Merdeka atau Menderita?” di Boulevard UGM
Sabtu 15-08-2026,17:24 WIB
Teknologi Sidik Jari Bisa Gantikan Kartu dan Ponsel untuk Pembayaran Digital
Jumat 14-08-2026,19:30 WIB
Ancaman Kekeringan Mengintai Kota Yogyakarta, Air Tanah Disebut Turun 50 Cm per Tahun
Terpopuler
Senin 31-08-2026,12:00 WIB
Tempat Makan Lezat dan Murah di Dekat Kebun Raya Baturraden Banyumas
Senin 31-08-2026,13:00 WIB
Rekomendasi Kuliner Lezat Rp 10 Ribuan di Dekat Solo Safari yang Menggugah Selera
Senin 31-08-2026,14:00 WIB
Jelajah Kuliner Lezat dan Murah di Sekitar Tahir Solo Museum Pilihan Tempat Makan Populer
Senin 31-08-2026,20:48 WIB
Bupati Endah Sidak Proyek Jalan Gunungkidul, 25 Km Ditangani dengan Anggaran Rp40 Miliar
Senin 31-08-2026,17:09 WIB
Motor Tergelincir Pasir di Wirobrajan, Pelajar Putri Meninggal di Kolong Truk Tronton
Terkini
Selasa 01-09-2026,10:04 WIB
Kekerasan dengan Pemberatan Terjadi di Mejing Lor, Tiga Pelaku Diamankan Polisi
Selasa 01-09-2026,10:03 WIB
Buron Hampir Dua Bulan, Pelaku Penusukan Juru Parkir Bantul Diciduk Polisi
Selasa 01-09-2026,10:02 WIB
Akademisi dan Peneliti Hukum Apresiasi Putusan MK Hapus Pasal Penghinaan Pemerintah
Selasa 01-09-2026,10:00 WIB
Lagi Hits! Ini Panduan Lengkap Wisata Taman Buaya Indonesia Jaya Bekasi: Tiket, Jam Buka & Daya Tariknya
Selasa 01-09-2026,09:59 WIB