Sempat Muncul Kasus Hantavirus di Jogja, Dinkes Minta Warga Tak Panik

Jumat 08-05-2026,17:02 WIB
Reporter : Anam AK
Editor : Syamsul Falaq

“Leptospirosis disebabkan bakteri Leptospira, sedangkan penyakit hanta disebabkan virus Hanta,” terangnya.

BACA JUGA : 494 Jemaah Haji Jogja Siap Berangkat, Dinkes Pastikan Kondisi Kesehatan Optimal

BACA JUGA : Kasus ISPA Naik di Awal Puasa, Dinkes Kota Yogyakarta Imbau Warga Jaga Imunitas

Untuk mencegah penularan, masyarakat diimbau menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti menjaga kebersihan rumah, menutup makanan dan sumber air, memakai alas kaki di area lembap, serta rutin mencuci tangan setelah beraktivitas di lokasi yang berpotensi terdapat tikus.

Dinkes DIY juga terus melakukan surveilans aktif, pengendalian vektor, edukasi masyarakat, hingga koordinasi lintas sektor bersama pemerintah kabupaten/kota dan Kementerian Kesehatan RI.

“Dinas Kesehatan DIY terus berkomunikasi dengan jajaran Kemenkes RI serta melakukan surveilans ketat dan langkah-langkah pencegahan di wilayah terdampak untuk memastikan situasi tetap terkendali,” pungkasnya.

Diberitakan Disway National Network (DNN), World Health Organization (WHO) resmi merilis laporan Disease Outbreak News (DONs) pada 4 Mei 2026 terkait temuan kasus hantavirus di sebuah kapal pesiar.

BACA JUGA : Dinkes Yogyakarta Kewalahan Layani BPJS Nonaktif, Layanan Dialihkan ke MPP dan CSS

BACA JUGA : Kasus DBD di Kota Yogyakarta Turun, Dinkes Tetap Waspada Wilayah Endemis Dengue

Dalam laporan tersebut, tercatat tujuh orang terinfeksi, dengan rincian dua kasus terkonfirmasi melalui uji coba laboratorium sedangkan lima kasus lainnya berstatus suspek dari total 147 penumpang serta awak kapal. 

Serupa dengan kasus yang terjadi di kapal pesiar saat ini, pada awal tahun 2025, Hantavirus juga telah menimpa aktor legendaris Gene Hackman, bersama istrinya Betsy Arakawa, serta anjing peliharaan mereka yang meninggal dunia akibat infeksi tersebut. 

Di Indonesia, Kementerian Kesehatan RI mencatat kasus konfirmasi pertama pada manusia terjadi di tahun 2025, terdapat 10 kasus di berbagai provinsi seperti DI Yogyakarta, Jawa Barat, DKI Jakarta, Sulawesi Utara, hingga Nusa Tenggara Timur sampai 4 Agustus 2025. 

Kategori :