Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas Selasa Pagi, Status Masih Siaga Level III

Selasa 28-04-2026,12:06 WIB
Reporter : Anam AK
Editor : Syamsul Falaq

YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkanik dengan terjadinya awan panas guguran pada Selasa (28/4/2026) pagi.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Agus Budi Santoso, menyampaikan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada pukul 07.10 WIB.

“Terjadi awan panas guguran dengan estimasi jarak luncur 1.500 meter, amplitudo maksimum 45,95 mm dan durasi 117,56 detik, mengarah ke barat daya atau hulu Kali Sat/Putih,” ungkap Agus.

BPPTKG langsung mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

BACA JUGA : Aktvitas Vulkanik Merapi Belum Reda, Awan Panas Terjadi 7 Kali dalam Sepekan

BACA JUGA : Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Awan Panas Guguran Terpantau Beruntun Empat Kali

“Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya dan alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi serta mematuhi rekomendasi resmi,” katanya.

Berdasarkan laporan aktivitas gunung api periode pengamatan pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, Gunung Merapi masih berada pada Level III (Siaga).

Secara visual, gunung terpantau berkabut dengan intensitas kabut 0-II dan tidak terlihat asap kawah. Namun, aktivitas kegempaan masih cukup tinggi.

Tercatat 31 kali gempa guguran, 11 gempa hybrid/fase banyak, 2 gempa vulkanik dangkal, serta 1 gempa tektonik jauh.

BACA JUGA : Merapi Keluarkan Awan Panas Malam Hari, Luncur 1,1 Km ke Kali Putih

BACA JUGA : Awan Panas Guguran Gunung Merapi Luncur 1,8 Km, BPPTKG: Warga Jauhi Alur Sungai Berhulu Merapi

Selain itu, BPPTKG juga mengamati 17 kali guguran lava ke arah barat daya, meliputi Kali Krasak, Kali Bebeng, dan Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum mencapai 1.800 meter.

BPPTKG menjelaskan potensi bahaya saat ini masih didominasi guguran lava dan awan panas, terutama di sektor selatan hingga barat daya.

Wilayah yang berpotensi terdampak antara lain Sungai Boyong hingga 5 km, Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 km, Sungai Woro hingga 3 km, Sungai Gendol hingga 5 km.

Kategori :